Harga Pangan Bali 3 November: Daging Sapi Has Luar Turun 4,34 Persen, Tabanan Tercatat Anjlok
Pemantauan harga 7 komoditas pangan prioritas di 60 pasar se-Bali menunjukkan harga stabil pada 31 Oktober dan 1 November 2026. Pada 3 November 2026, sebagian besar komoditas bergeser turun, dengan penurunan terdalam pada daging sapi has luar. Di Kabupaten Tabanan, harga daging sapi tercatat jatuh hingga 45,88 persen.

DENPASAR, KULKUL — Harga rata-rata tujuh komoditas pangan prioritas di Bali relatif tidak bergerak pada akhir pekan lalu, lalu mulai bergeser pada awal pekan ini. Pemantauan di 60 pasar se-Bali pada 3 November 2026 mencatat penurunan harga pada enam komoditas dan kenaikan pada satu komoditas.
Pada 31 Oktober 2026, harga beras medium I rata-rata Rp15.172 dan bertahan di angka itu. Cabai merah besar Rp44.284, cabai rawit merah Rp60.396, bawang merah Rp27.008, bawang putih Rp30.489, daging ayam ras Rp43.080, dan daging sapi has luar Rp134.592, semuanya tercatat tetap.
Pantauan 1 November 2026 menunjukkan angka rata-rata yang sama untuk seluruh komoditas tersebut. Beras medium I masih Rp15.172, cabai merah besar Rp44.284, dan cabai rawit merah Rp60.396.
Perubahan baru tampak pada 3 November 2026. Beras medium I rata-rata Rp15.178, turun 0,07 persen. Bawang putih Rp30.317, turun 0,28 persen, sedangkan cabai merah besar Rp41.051, turun 0,50 persen.
Cabai rawit merah turun 1,35 persen menjadi Rp58.025. Daging ayam ras Rp42.517, turun 0,39 persen. Satu-satunya komoditas yang naik adalah bawang merah, sebesar 0,96 persen menjadi Rp27.077.
Penurunan terdalam terjadi pada daging sapi has luar. Di Kabupaten Tabanan, harga komoditas itu turun menjadi Rp69.000, penurunan 45,88 persen. Sehari-hari sebelumnya, harga di Tabanan tercatat Rp125.000.
Angka yang sama tercatat pada 31 Oktober.
Pada 31 Oktober, harga di tingkat kabupaten memperlihatkan jarak yang lebar. Di Badung, cabai merah besar Rp52.583 dan cabai rawit merah Rp65.750. Di Tabanan, cabai merah besar Rp52.222 dan cabai rawit merah Rp61.111. Di Jembrana, cabai merah besar Rp42.000 dan cabai rawit merah Rp59.000.
Badung juga mencatat harga daging sapi has luar Rp147.000, daging ayam ras Rp45.500, bawang merah Rp32.333, dan bawang putih Rp32.167. Di Jembrana, daging ayam ras Rp37.000, bawang merah Rp27.200, dan bawang putih Rp29.000.
Nilai itu lebih rendah 63,25 dolar AS, atau 6,07 persen, daripada periode Oktober. Pungutan ekspor ditetapkan 12,5 persen, yakni 122,36 dolar AS per metrik ton, dan bea keluar CPO 124 dolar AS per metrik ton.
Minyak goreng RBD palm olein kemasan bermerek neto 25 kg dikenakan bea keluar 31 dolar AS per metrik ton. Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kalimantan Timur untuk periode 16–31 Oktober 2026 juga turun, dengan kelompok umur 10 sampai 20 tahun menjadi Rp3.476,09 per kg.
Di pasar logam mulia, Raja Emas Indonesia merilis harga beli emas 24 karat Rp2.210.000 per gram pada 31 Oktober 2026, sedangkan emas 8 karat Rp661.000. Ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang tetap tinggi serta data inflasi September yang meningkat disebut menekan harga emas.
Analisis redaksi
Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.
Dari sisi ekonomi daerah, pola pantauan itu patut dicermati. Selama 31 Oktober dan 1 November, seluruh rata-rata komoditas tak berubah, sehingga pergeseran pada 3 November, terutama daging sapi has luar yang turun 4,34 persen, berpotensi menjadi sinyal awal perubahan pasokan atau permintaan. Bagi sektor pariwisata, yang membutuhkan daging, cabai, dan bawang dalam jumlah besar, penurunan harga bahan baku dapat meringankan biaya dapur hotel dan restoran, meski hal itu masih tafsir dan bergantung pada apakah tren berlanjut.
Angka Tabanan yang turun menjadi Rp69.000 dari Rp125.000 menjadi pertanyaan tersendiri, karena penurunan 45,88 persen jauh melampaui rata-rata provinsi dan dapat mencerminkan perbedaan mutu atau sampel pasar yang dicatat. Selisih antarkabupaten pada 31 Oktober, misalnya cabai merah besar Rp52.583 di Badung dibanding Rp42.000 di Jembrana, juga menunjukkan bahwa harga di kawasan dengan aktivitas wisata padat cenderung lebih tinggi. Sementara itu, penurunan harga referensi CPO dan TBS memberi konteks bahwa tekanan harga tidak hanya terjadi pada pangan segar, tetapi juga pada komoditas perkebunan di tingkat nasional, walau keterkaitannya dengan pasar Bali belum dapat dipastikan.
Baca juga
Ekonomi Bali
Mentan Yakin Swasembada Aman Hadapi La Nina, Inflasi Pangan Tetap Jadi SorotanEkonomi Bali
Rupiah Tertekan ke Rp18.135 per Dolar AS, Harga Minyak Brent Capai US$116Ekonomi Bali
Harga Emas Antam Turun Rp 10.000 ke Rp 2,54 Juta, Buyback Susut Rp 30.000Ekonomi Bali
Koster Siapkan Sanksi Bertahap hingga Tinjau Izin Hotel yang Abaikan Produk Lokal
Terbaru
- Lima UMKM Bali dan NTB Terima Dana Rp15 Juta dari Program Jawara Lokal J&T Express · Ekonomi Bali ·
- Komnas Perempuan dan Menteri PPPA Minta PPN Pembalut Dikaji Ulang, DJP Tegaskan BKP · Pemerintahan ·
- Bupati Badung dan Wagub Bali Tinjau Longsor Pelaga; Dua Pengunjung Masih Dicari · Pemerintahan ·
- Gubernur Maluku Sapa Wisatawan Asing di Bandara Ngurah Rai untuk Promosi Wisata · Pariwisata ·
- 60 Wirausaha Muda Pertamuda 2026 Matangkan Inovasi di The Patra Bali · Ekonomi Bali ·
- Peneliti Karangasem Kaji Kulit Salak Bali sebagai Bahan Antibakteri Alami · Ekonomi Bali ·