Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

Mentan Yakin Swasembada Aman Hadapi La Nina, Inflasi Pangan Tetap Jadi Sorotan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia siap menghadapi La Nina yang diperkirakan datang tahun depan, sementara stok beras nasional diklaim 4,56 juta ton pada Oktober 2026. Di sisi lain, Bank Indonesia mewaspadai tekanan harga pangan dari fenomena iklim, dengan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen secara tahunan. Bali termasuk wilayah yang pasokan beras, cabai, dan bawang merahnya disebut berisiko.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 4 menit baca
Sebuah tim bisnis yang beragam mendiskusikan strategi di ruang rapat, berkolaborasi di atas dokumen dan kopi.
Ilustrasi · Foto: Sora Shimazaki / Pexels

DENPASAR, KULKUL — Pemerintah pusat menyatakan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung tahun depan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia siap menghadapi curah hujan tinggi akibat La Nina [1].

"Sudah kita terlatih dengan kondisi itu," kata Amran [1]. Menurut dia, pemerintah merasa punya pengalaman dan kesiapan untuk menjaga ketahanan pangan nasional ketika iklim berubah [1].

Swasembada yang berkelanjutan menjadi arah yang ditekankan. "Yang jelas, ini swasembada pangan berkelanjutan, insyaallah," ujar Amran [1]. Selain beras, pemerintah ingin memperkuat swasembada delapan komoditas lain, antara lain telur, ayam, dan bawang merah [1].

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat, 23 Oktober, Amran melaporkan stok beras nasional Oktober 2026 sebesar 4,56 juta ton [5]. Ia menyebut angka itu sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah [5].

Pemerintah mengklaim beras cukup sampai Juli 2027. Hitungannya mencakup persediaan di gudang, perkiraan panen dari tanaman yang masih berdiri sebanyak 10 juta ton, serta komponen horeka sekitar 10 juta ton [5]. Total ketersediaan yang diperhitungkan sekitar 25 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional diperkirakan 2,5 juta ton per bulan [5].

Amran juga menyinggung turunnya harga pupuk 20 persen yang disebut dinikmati sekitar 115 juta petani. Nilai Tukar Petani, menurut dia, naik menjadi 131 dari level sebelumnya 48 [5].

Dari sisi harga, Amran menyebut inflasi saat ini terkendali. "Alhamdulillah, saat ini petani sejahtera, inflasi terkendali. Inflasi sekarang 3,28 persen, target maksimal 3,5 persen," kata Amran [3].

Angka 3,28 persen itu merupakan inflasi tahunan September 2026, yang bergerak naik dari 3,19 persen pada bulan sebelumnya [4]. Komponen harga bergejolak mencatat inflasi 5,03 persen dan menyumbang 0,83 poin persentase terhadap inflasi September [4][2].

Bank Indonesia menilai tekanan masih mungkin berlanjut. Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali menyebut beras, cabai, dan bawang merah sebagai komoditas yang paling rentan terhadap fenomena iklim. "Komoditas yang paling rentan adalah beras, kemudian cabai dan bawang merah," katanya [4].

Gangguan cuaca yang tengah berlangsung diperkirakan bertahan hingga awal 2027 dan berpotensi menambah tekanan inflasi pangan di berbagai daerah. Wilayah yang pasokan beras, cabai, dan bawang merahnya dapat terganggu mencakup Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, Nusa Tenggara, dan Sumatra [2].

Untuk jangka panjang, BI mendorong penguatan hulu lewat budi daya yang baik, irigasi, serta teknologi dan bibit tahan cuaca [4].

Tekanan harga sudah tampak di kawasan timur. Sulawesi Selatan disebut berperan sebagai hub pangan bagi kebutuhan Indonesia bagian timur [1].

Pembenahan tata niaga menjadi bagian lain dari upaya pemerintah. Amran mengatakan produksi ayam, telur, dan beras surplus, bahkan sebagian sudah diekspor [3]. Pemerintah juga mendorong pembangunan cold storage dan penguatan koperasi untuk mengelola cabai, tomat, telur, dan ayam [3].

Kesenjangan harga ayam menunjukkan pekerjaan rumah yang masih tersisa. Peternak menerima sekitar Rp21.000 per kilogram, sedangkan konsumen membayar sekitar Rp46.000 per kilogram [3]. Pemerintah menyatakan pembenahan tata niaga bertujuan agar petani mendapat harga layak dan konsumen harga wajar [3].

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Bagi Bali, yang kebutuhan pangannya sangat bergantung pada kiriman dari luar pulau dan sektor pariwisatanya menyerap banyak pasokan beras, cabai, dan bawang merah, klaim stok nasional yang besar belum otomatis berarti harga di pasar Denpasar dan Badung stabil. Bahan menunjukkan bahwa pasokan ketiga komoditas itu di Bali disebut berpotensi terdampak [2], sementara BI menempatkan komoditas yang sama sebagai yang paling rentan [4]. Jika distribusi dari daerah surplus tersendat oleh cuaca, kenaikan harga bahan baku dapat merambat ke biaya operasional hotel, restoran, dan warung, sehingga pelaku usaha pariwisata patut mencermati perkembangannya.

Ada pula pertanyaan tentang seberapa jauh angka nasional menggambarkan kondisi lokal. Inflasi 3,28 persen masih di bawah batas atas target 3,5 persen [3], tetapi inflasi harga bergejolak 5,03 persen sudah jauh di atasnya [4], dan di Sulampua mencapai 8,63 persen [4]. Karena itu, langkah seperti cold storage dan penguatan koperasi [3] berpotensi relevan bagi Bali, namun manfaatnya baru dapat dinilai setelah terlihat di tingkat pasar. Perhitungan ketersediaan beras sendiri memasukkan komponen yang belum berupa stok fisik, seperti panen yang masih di lahan [5], sehingga ketahanannya bergantung pada pelaksanaan panen dan distribusi di lapangan.

Sumber

  1. CNN Indonesia, “Mentan Pede Swasembada Pangan RI Lanjut di Tengah Ancaman La Nina” — cnnindonesia.com
  2. KONTAN, “Waspadai Kenaikan Inflasi Pangan Imbas El Nino” — insight.kontan.co.id
  3. ANTARA News Jambi, “Mentan perkuat tata niaga pangan agar petani sejahtera, harga terjaga” — jambi.antaranews.com
  4. Kompas.com, “BI Waspadai El Nino Picu Kenaikan Harga Pangan, Beras hingga Cabai Jadi Sorotan” — money.kompas.com
  5. CNN Indonesia, “Mentan Klaim Stok Beras 4,56 Juta Ton: Tertinggi Sepanjang Sejarah” — cnnindonesia.com

Topik: Mentan, Indonesia, La Nina, BI

Baca juga

Mentan Yakin Swasembada Aman Hadapi La Nina, Inflasi Pangan