Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

Gubernur Maluku Sapa Wisatawan Asing di Bandara Ngurah Rai untuk Promosi Wisata

Kegiatan itu bagian dari promosi pariwisata Pemprov Maluku yang difasilitasi Bank Mandiri Wilayah XI tanpa biaya. Potensi wisata dari 11 kabupaten/kota di Maluku diperkenalkan kepada penumpang internasional.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 2 menit baca
Tangga berhias patung naga mengarah ke pintu kayu berukir pura Bali.
Ilustrasi · Foto: Pragyan Bezbaruah / Pexels

Gubernur berbicara kepada awak media pada Minggu. Ia tidak hanya hadir sebagai pejabat, tetapi berinteraksi dengan para pendatang yang baru tiba di Bali.

Pemprov Maluku memilih menjemput bola ke Bali, yang disebut sebagai gerbang pariwisata terbesar di Nusantara. Dari bandara tersebut, potensi unggulan dari 11 kabupaten/kota di Maluku diperkenalkan kepada penumpang internasional. Penayangan materi promosi itu berlangsung setiap hari.

Promosi ini dimungkinkan oleh fasilitasi Bank Mandiri Wilayah XI, yang tidak memungut biaya dari Pemprov Maluku. Lewat jaringan milik bank itu, Maluku bisa tampil melalui media digital, platform elektronik, konter informasi, dan area money changer, baik di bandara maupun kawasan sekitarnya.

Regional CEO Bank Mandiri Wilayah XI, Alexander Yakob Patty, bersama pimpinan Imigrasi Bali ikut mendampingi Pemprov Maluku di lapangan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Melkias Lohy, menjelaskan bahwa gagasan ini bermula dari Gubernur sendiri. Menurut dia, aksi itu lahir dari upaya memanfaatkan jejaring yang dimiliki Gubernur.

"Ini adalah embrio dan model promosi baru. Beliau sebagai Gubernur turun langsung melakukan promosi demi membangun pariwisata Maluku," kata Melkias Lohy.

Gubernur Hendrik Lewerissa menilai dukungan yang diterima sangat berarti bagi daerahnya. "Ini adalah langkah yang sangat membantu kami meningkatkan sektor pariwisata di Maluku. Terima kasih, jang lupa berkunjung ke Maluku!" kata Hendrik Lewerissa.

Pemanfaatan fasilitasi badan usaha milik negara di titik transit yang ramai ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain di Indonesia.

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Langkah Pemprov Maluku dapat dibaca sebagai strategi menempatkan promosi di titik pertemuan arus wisatawan asing, bukan menunggu mereka datang ke Maluku. Bali disebut sebagai gerbang pariwisata terbesar di Nusantara, sehingga bandaranya berpotensi menjadi etalase murah bagi daerah yang ingin dikenal lebih luas. Kehadiran gubernur secara langsung di area kedatangan internasional juga dapat memberi bobot simbolis, sebab pesan promosi disampaikan oleh pemimpin daerah sendiri dan tidak hanya lewat materi cetak atau layar.

Faktor biaya patut dicermati. Fasilitasi Bank Mandiri Wilayah XI diberikan tanpa bayaran dan mencakup media digital, platform elektronik, konter informasi, serta area money changer. Skema itu berpotensi menekan beban anggaran daerah, dan Melkias Lohy menyebutnya sebagai embrio model promosi baru. Namun, apakah model tersebut dapat bertahan dan ditiru daerah lain, sebagaimana diharapkan, menjadi pertanyaan yang baru terjawab setelah pelaksanaannya berjalan lebih lama. Keterlibatan pimpinan Imigrasi Bali dalam pendampingan juga menunjukkan bahwa promosi ini bertumpu pada jejaring lintas lembaga, bukan hanya kerja satu dinas.

Bagi Maluku, yang memperkenalkan potensi dari 11 kabupaten/kota sekaligus, tantangannya dapat berupa menjaga agar setiap daerah mendapat porsi tampil yang berimbang dalam materi promosi yang dilihat penumpang setiap hari. Pesan sederhana gubernur kepada wisatawan, agar tidak lupa berkunjung ke Maluku, pada akhirnya akan diuji oleh seberapa banyak pelancong yang benar-benar menjadikan Maluku tujuan perjalanan berikutnya.

Topik: Maluku, Bali

Baca juga

Terbaru