Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

60 Wirausaha Muda Pertamuda 2026 Matangkan Inovasi di The Patra Bali

PT Pertamina (Persero) menggelar babak akhir bootcamp Pertamuda Seed and Scale 2026 di The Patra Bali pada 1-6 November 2026. Sebanyak 60 wirausaha muda mengikuti pelatihan, demoday, dan business matching, lalu bersaing dalam final pitch di hadapan juri.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 2 menit baca
Pemandangan atas grafik yang cerah dan pensil berwarna di permukaan kayu.
Ilustrasi · Foto: RDNE Stock project / Pexels

DENPASAR, KULKUL — PT Pertamina (Persero) resmi menggelar babak akhir bootcamp Pertamuda Seed and Scale 2026 bagi 60 wirausaha muda. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 1-6 November 2026 di The Patra Bali.

Informasi itu disampaikan VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron lewat siaran pers yang diterima di Denpasar pada Minggu. Ia memberi ucapan selamat kepada peserta yang berhasil mencapai tahap ini.

"Selamat kepada peserta yang berhasil lolos mencapai tahap ini," kata Muhammad Baron.

Ke-60 peserta lolos serangkaian seleksi, mulai dari tahap kurasi hingga Elevator Pitch. Mereka terbagi dalam dua kategori kompetisi, yaitu Early Stage Startup dan Energy Founder, dengan jumlah masing-masing 30 peserta.

Kategori Energy Founder mencakup dua subkategori, yakni Energy Future dan Energy Optimization. Pembagian tersebut disebut proporsional antara kedua kategori.

Para peserta datang dari 23 perguruan tinggi di Indonesia yang tersebar di delapan provinsi. Perguruan tinggi di Jepang dan Kanada juga menjadi asal sebagian peserta.

Selama lima hari, peserta menjalani bootcamp, demoday, dan business matching bersama 20 investor. Di sisi lain, ada keterangan yang menyebut rangkaian bootcamp itu berlangsung enam hari, dihitung dari 1 hingga 6 November 2026.

Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan peserta serta menyiapkan bisnis mereka. Penyelenggara juga ingin ide dan model bisnis para wirausahawan muda menjadi lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Puncak kegiatan berupa final pitch di hadapan dewan juri untuk menentukan juara Pertamuda Seed and Scale 2026. Peserta yang tidak menembus babak Top 30 tetap mendapat fasilitasi lewat sesi Sprint Collaborative Challenge.

Muhammad Baron menilai perjalanan para peserta sejauh ini barulah permulaan.

"Perjalanan yang telah dilalui merupakan langkah awal untuk membawa ide dan inovasi ke tingkat yang lebih tinggi," kata Muhammad Baron.

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Komposisi peserta yang dibagi sama rata, 30 untuk Early Stage Startup dan 30 untuk Energy Founder, menunjukkan bahwa ajang ini memberi ruang bagi dua jenis pelaku sekaligus: perintis usaha tahap awal dan pegiat di bidang energi. Adanya subkategori Energy Future dan Energy Optimization berpotensi mengarahkan sebagian peserta pada gagasan yang dekat dengan bidang energi.

Kehadiran 20 investor dalam sesi business matching dapat menjadi peluang bagi peserta untuk menguji model bisnis di depan calon pemodal. Sprint Collaborative Challenge bagi peserta yang tidak masuk Top 30 patut dicermati, sebab skema itu berpotensi menjaga keterlibatan mereka meski tidak melaju ke babak berikutnya. Sebaran peserta dari 23 perguruan tinggi di delapan provinsi, ditambah kampus di Jepang dan Kanada, juga menunjukkan jangkauan program yang melampaui satu wilayah.

Topik: Pertamuda 2026, Bali

Baca juga

Terbaru