Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

UPT Kementerian PU di Bali Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pekerjaan Umum di Provinsi Bali menggelar upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Denpasar pada 28 Oktober 2026, dengan Sunarjito sebagai inspektur upacara. Upacara itu berlangsung di tengah peringatan nasional bertema Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia, dan pesan Menteri Pemuda dan Olahraga dibacakan lewat naskah sambutan. Pada hari yang sama, Menteri PU Dody Hanggodo memberikan keterangan tentang penerapan teknologi digital dalam pembangunan Sekolah Rakyat.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 3 menit baca
Parlemen Budapest yang diterangi memantulkan di Sungai Danube di malam hari.
Ilustrasi · Foto: Goszton / Pexels

Sunarjito, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Bali, memimpin upacara itu sebagai inspektur upacara.

Upacara tersebut berlangsung dalam rangkaian peringatan nasional. Tema yang diusung tahun ini adalah Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia. Pesan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, dibacakan melalui naskah sambutan. Pesan itu berbunyi, “Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga.

Di bidang lain, Kementerian Pekerjaan Umum menerapkan teknologi Building Information Modelling pada proyek pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II. Teknologi itu terintegrasi dengan Common Data Environment (CDE) PU. Menteri PU Dody Hanggodo memberikan keterangan mengenai penerapan teknologi digital tersebut pada Rabu (28/10). “Kami memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan proyek infrastruktur pendidikan,” kata Dody, Menteri PU.

Penilaian mandiri oleh satuan kerja dan penyedia jasa dilakukan setiap dua minggu, lalu divalidasi dan diolah untuk pelaporan. Pemantauan memakai indikator kinerja utama, atau KPI, agar penerapan berjalan sesuai standar. “Upaya ini diharapkan mendukung pembangunan fasilitas pendidikan yang berkualitas melalui proses konstruksi yang lebih terukur, dan akuntabel,” kata Dody, Menteri PU.

Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah hulu di perbatasan Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. Dampaknya terjadi di Kecamatan Tukka, Badiri, dan Pandan.

Kementerian PU juga meminjamkan satu mobil tangki air kepada PDAM Tapanuli Tengah untuk menyalurkan air bersih ke warga terdampak.

Ketiga kegiatan itu, mulai dari upacara di Denpasar hingga penanganan banjir di Tapanuli Tengah, memperlihatkan rentang kerja kementerian yang luas. Bahan yang tersedia tidak memuat hubungan langsung di antara kegiatan-kegiatan tersebut.

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Upacara di Denpasar tampak sebagai seremoni rutin, tetapi pesan yang dibacakan dari naskah Menteri Pemuda dan Olahraga menempatkan pengabdian sebagai sikap yang harus dipilih, bukan sekadar kewajiban upacara. Frasa “berani memimpin” dan “bersedia melayani” dapat dibaca sebagai pengingat bagi aparatur yang bekerja di bidang bangunan, prasarana, dan kawasan, sebab nama balai yang memimpin upacara memuat bidang-bidang tersebut. Dalam dua bahan lain, bentuk pelayanan itu tampak dalam kerja yang dapat diukur dan diperiksa: penilaian mandiri setiap dua minggu serta indikator kinerja pada proyek Sekolah Rakyat, dan penanganan tanggul serta penyaluran air bersih di Tapanuli Tengah. Bahan tidak menyebut keterkaitan langsung antara upacara di Bali dan kegiatan di kedua lokasi itu, sehingga pembacaan yang dapat diajukan bersifat tematik, bukan sebab-akibat.

Pertanyaan yang patut dicermati adalah sejauh mana tema nasional Patriotik, Gigih, Berempati itu diterjemahkan ke dalam program kerja unit daerah, sebab bahan hanya memuat pelaksanaan upacara dan tidak memuat rencana tindak lanjut. Penekanan Kementerian PU pada transparansi dan akuntabilitas serta kecepatan penanganan dampak banjir berpotensi menjadi tolok ukur yang dapat diuji publik. Namun, bahan belum memuat hasil evaluasi atas penerapan teknologi digital maupun hasil penanganan banjir, sehingga klaim tentang efektivitas belum dapat ditarik. Dari sisi redaksi, perbedaan skala antara seremoni, proyek konstruksi, dan respons bencana menjadi catatan tersendiri. Ketiganya dapat dibaca sebagai bagian dari kerja yang sama, tetapi bahan tidak menjelaskan bagaimana koordinasi antarunit dilakukan.

Topik: Kementerian PU, Bali

Baca juga