Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

Lima UMKM Bali dan NTB Terima Dana Rp15 Juta dari Program Jawara Lokal J&T Express

Lima UMKM dari Bali dan Nusa Tenggara Barat terpilih menerima dukungan usaha lewat Program Jawara Lokal J&T Express, kolaborasi perusahaan itu dengan Kementerian UMKM RI. Pengumuman disampaikan di Denpasar pada Selasa (3/11/2026). Tiap penerima memperoleh dana Rp15 juta serta sejumlah fasilitas pendukung.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 2 menit baca
Uang kertas Real Brasil yang terfokus dengan denominasi 50 yang ditampilkan secara mencolok.
Ilustrasi · Foto: Daniel Dan / Pexels

DENPASAR, KULKUL — Lima UMKM unggulan dari Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) terpilih menerima dukungan pengembangan usaha melalui Program Jawara Lokal J&T Express. Program itu digelar bersama Kementerian UMKM RI.

Setiap usaha mendapat dana pengembangan Rp15 juta, sehingga total bantuan untuk kelimanya mencapai Rp75 juta. Selain uang tunai, penerima juga memperoleh akses VIP layanan J&T Express, dukungan promosi, dan pendampingan usaha.

Di sisi lain, NusaBali mencatat bahwa penerima mendapat potongan ongkos kirim 30 persen. Fasilitas yang diberikan juga mencakup pembinaan dan insentif pengiriman.

Penerima ditentukan lewat kurasi yang terdiri atas seleksi administrasi dan wawancara. Prosesnya melibatkan Kementerian UMKM RI dan dinas UMKM setempat.

Program ini ditujukan bagi pelaku usaha yang produknya berkualitas, mengangkat potensi lokal, dan punya peluang menjajaki pasar lebih luas. Tujuannya memperkuat kapasitas usaha, membuka akses pasar, dan menaikkan daya saing produk lokal.

Manajer Public Affairs J&T Express Adriansyah Halim menyebut Jawara Lokal sebagai bagian dari rangkaian perayaan 11 tahun perusahaan. "Melalui Jawara Lokal J&T Express, kami ingin memberikan dukungan yang lebih luas kepada UMKM, tidak hanya melalui layanan pengiriman," kata Adriansyah Halim.

Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Ari Anindya Hartika, menyambut baik kerja sama pemerintah dan swasta tersebut di Denpasar. "Sinergi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah di dalam memperkuat pemberdayaan UMKM melalui perluasan akses pasar dan memperkuat daya saing," kata Ari Anindya Hartika.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, menyebut jumlah UMKM di Bali sekitar 448 ribu unit. Menurutnya, masalah utama pelaku usaha di Bali menyangkut mutu sumber daya manusia, modal, dan pemasaran. Ia juga mengingatkan pelaku UMKM agar memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Dari NTB, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, H. Wirawan, menyebut jumlah UMKM di provinsi itu sekitar 324 ribu unit. Lebih dari 99 persen di antaranya berskala mikro.

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Karena itu, program ini lebih tepat dibaca sebagai percontohan ketimbang solusi menyeluruh. Pemilihan hanya lima usaha menjadi pertanyaan tentang seberapa luas dampaknya bagi pelaku mikro yang jumlahnya sangat dominan di NTB.

Fasilitas non-tunai, yakni akses VIP layanan, potongan ongkos kirim, promosi, dan pendampingan, berpotensi menyentuh hambatan yang diakui banyak pihak. Pelaku UMKM masih sulit menaikkan skala usaha, memperluas eksposur produk, dan mendapat akses distribusi. Tri Arya Dhyana Kubontubuh juga menyoroti sumber daya manusia, permodalan, dan pemasaran. Efektivitas dukungan itu patut dicermati dari kemampuan para penerima memanfaatkannya, termasuk dalam mengembangkan produk berbasis identitas lokal yang menjadi salah satu kriteria seleksi.

Baca juga

Terbaru