Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

Prabowo Perintahkan Kereta Bali Dibangun, Gambir dan Monas Direvitalisasi

Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin ke Istana, Jakarta, Kamis (5/11/2026), dan memberi arahan soal revitalisasi Stasiun Gambir serta kawasan Monas. Gubernur Bali Wayan Koster menyebut pembangunan dimulai 2027.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 3 menit baca
Seorang petani di Bali membawa hasil panen dalam keranjang tradisional melalui sawah yang berwarna-warni.
Ilustrasi · Foto: Ibrahim Bennett / Pexels

DENPASAR, KULKUL — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar pembangunan layanan kereta api di Bali segera dimulai.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden memberi sejumlah arahan mengenai kawasan Monas dan kereta api di Bali. "Bapak Presiden memberikan sejumlah arahan terkait revitalisasi kawasan Monas dan pembangunan layanan kereta api di Bali," kata Teddy Indra Wijaya. Pertemuan itu juga memanggil Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Bobby Rasyidin menyebut kebutuhan dana untuk kereta Bali lebih dari Rp 2 triliun. "Kami sampaikan anggaran yang untuk kereta Bali itu sekitar Rp 2 triliun lebih," kata Bobby Rasyidin. Pembangunan disebutnya akan dilakukan bertahap.

Pada fase pertama, rute direncanakan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke arah utara melewati Kuta, Legian, Seminyak, dan berujung di Canggu. Rute tahap awal juga disebut mencakup kawasan di wilayah utara.

Pembagian pekerjaan lain yang dipaparkan KAI memecah proyek menjadi dua fase. Fase 1 membentang dari Ngurah Rai hingga Legian, sedangkan fase 2 menyambung Legian sampai Canggu, dan masing-masing memerlukan waktu dua tahun.

Kereta itu diproyeksikan membantu mengurai kemacetan, terutama pada koridor dari bandara menuju kawasan Canggu. Bobby menyatakan KAI sendiri yang akan menggarap proyek ini. Ia mengaku telah memperhitungkan persoalan tanah, sebab banyak wilayah Bali berupa pesisir.

Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan perkembangan proyek dalam rapat paripurna DPRD Bali di Denpasar. "KAI sudah tiga kali paparan, sudah oke, anggarannya juga sudah disiapkan, jadi mulai 2027 akan dibangun kereta," kata Wayan Koster. Rencana tersebut menindaklanjuti arahan Menteri PPN/Kepala Bappenas kepada Direktur Utama KAI.

Bali juga menyiapkan proyek infrastruktur besar lain demi memperkuat konektivitas dan menekan kemacetan. Targetnya mencakup kereta api yang mulai dikerjakan pada 2027 dan kelanjutan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi.

Di Jakarta, Presiden meminta revitalisasi Stasiun Gambir dipercepat karena bangunan itu belum pernah direnovasi sejak 1970-an. "Revitalisasi Stasiun Gambir yang sejak 1970an belum pernah direnovasi," ujar Teddy Indra Wijaya.

Bobby menjelaskan pengerjaan Gambir terdiri atas dua tahap. "Kami sampaikan bahwa untuk revitalisasi Gambir itu ada dua tahapan, kedua tahapan itu akan memakan waktu dua tahun," kata Bobby Rasyidin. Penataannya terpadu dengan Taman Monas dalam satu kawasan.

Gambir juga akan terhubung dengan MRT Jakarta. "Kami sampaikan juga bahwa nanti antara koridor yang ada di timur yaitu di Stasiun Gambir, kemudian dengan MRTJ di koridor baratnya, itu akan tersambung," kata Bobby Rasyidin.

Stasiun itu diharapkan menjadi pusat stasiun nasional sekaligus tempat hiburan, wisata, dan rekreasi keluarga di jantung Ibu Kota. Untuk Monas, Presiden menghendaki kawasan yang lebih nyaman dan indah serta memperkuat nilai sejarah dan edukasi bagi pengunjung.

Presiden turut meminta percepatan revitalisasi Museum Agung Nasional atau Grand National Museum, yang diharapkan menjadi pusat sejarah, pendidikan, dan rekreasi. Revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah disebut telah atau akan segera rampung.

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Fakta bahwa rencana ini menindaklanjuti arahan Menteri PPN/Kepala Bappenas kepada KAI dapat dibaca sebagai tanda koordinasi pusat yang berlapis. Bagi Bali, rute dari bandara ke Kuta, Legian, Seminyak, dan Canggu menyasar koridor yang menurut KAI hendak dilayani untuk menekan kemacetan.

Sejumlah hal patut dicermati. Bobby sudah menyebut persoalan tanah di wilayah pesisir, sehingga pembebasan dan penggunaan lahan menjadi pertanyaan yang kelak berkaitan dengan pemerintah daerah. Skema dua fase dengan waktu dua tahun tiap fase juga dapat menentukan kapan manfaat dirasakan pengguna jalan di Denpasar dan Badung. Di sisi lain, pemerintah daerah menyiapkan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi bersama kereta, yang dapat memunculkan pertanyaan tentang pembagian peran antarmoda.

Topik: Prabowo Subianto, Teddy Indra Wijaya, KAI, Stasiun Gambir, Kawasan Monas, Bali

Baca juga

Terbaru