Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

Ekonomi Bali-Nusra Tumbuh 6,08% pada Kuartal III-2026, Tertinggi di Indonesia

BPS mencatat ekonomi Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 6,08 persen secara tahunan pada kuartal III-2026, di atas Jawa (5,84 persen), Sulawesi (5,68 persen), dan nasional (5,47 persen). Pertambangan menjadi motor utama kawasan ini.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 2 menit baca
Pandangan dari atas laptop, grafik, dan laporan yang digunakan untuk analisis data di atas meja.
Ilustrasi · Foto: Nataliya Vaitkevich / Pexels

DENPASAR, KULKUL — Ekonomi kawasan Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) mencatat laju tertinggi di Indonesia pada kuartal III-2026, yakni 6,08 persen secara tahunan. Kawasan ini unggul dari seluruh wilayah lain dalam data Badan Pusat Statistik (BPS).

Pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama tercatat 5,47 persen secara tahunan. Dengan demikian, Bali-Nusra berada di atas capaian nasional.

Dua wilayah besar lain juga melampaui angka nasional. Jawa tumbuh 5,84 persen dan Sulawesi 5,68 persen. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Jakarta.

"Secara spasial ekonomi tumbuh di seluruh wilayah Indonesia. Bali dan Nusra tumbuh tinggi," kata Moh. Edy Mahmud.

Pertumbuhan Sulawesi tahun ini berada di bawah capaian setahun sebelumnya, yaitu 5,84 persen pada kuartal III-2025. Sebaliknya, Jawa naik dari 5,17 persen pada tahun lalu menjadi 5,84 persen.

Dari sisi sumber pertumbuhan, Bali-Nusra bertumpu pada tiga sektor: pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan. Pertambangan disebut sebagai motor utama kawasan, berbeda dari Jawa dan Sulawesi yang lebih mengandalkan industri pengolahan.

Provinsi Bali memberi andil terbesar terhadap pertumbuhan kawasan. "Sementara sumber pertumbuhan utama Bali-Nusra pertambangan pengolahan dan perdagangan provinsi tertinggi Bali, dg andil 2,79%," kata Moh. Edy Mahmud.

Di wilayah lain, ekonomi Maluku dan Papua tumbuh 4,42 persen, naik dari 3,11 persen pada periode sama tahun lalu. Sumatera tumbuh 4,95 persen, menguat tipis dari 4,90 persen, sedangkan Kalimantan tumbuh 3,96 persen, melambat dari 4,68 persen.

Dari sisi besaran ekonomi, Jawa menyumbang 56,05 persen terhadap PDB nasional. Sumatera menyusul dengan 22,55 persen, lalu Kalimantan 8,25 persen, Sulawesi 7,49 persen, serta Maluku dan Papua 2,84 persen. Bali dan Nusa Tenggara menyumbang 2,82 persen.

Sumber pertumbuhan Sumatera berasal dari industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. Di Pulau Jawa, DKI Jakarta memberi andil terbesar, sedangkan di Sumatera andil terbesar datang dari Sumatera Utara. Di Kalimantan, Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan andil terbesar.

BPS menyatakan seluruh wilayah Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi positif pada kuartal III-2026.

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Capaian 6,08 persen menunjukkan bahwa laju pertumbuhan kawasan tidak selalu sejalan dengan besarnya kontribusi terhadap PDB. Bali dan Nusa Tenggara hanya menyumbang 2,82 persen terhadap PDB nasional, sementara Jawa menyumbang 56,05 persen. Kenaikan pada basis yang relatif kecil dapat menghasilkan persentase tinggi, sehingga predikat tertinggi itu patut dibaca bersama bobot ekonominya.

Komposisi sumber pertumbuhan juga berbeda. Pertambangan disebut motor utama kawasan, sedangkan perdagangan masuk tiga sektor penopang, berbeda dari Jawa dan Sulawesi yang bertumpu pada industri pengolahan. Perbedaan ini berpotensi membuat pertumbuhan Bali-Nusra lebih bergantung pada sektor yang tidak sama dengan wilayah lain.

Topik: Bali-Nusra

Baca juga

Terbaru