Kapolri Suyudi Mutasi 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda dan 22 Kapolres Berganti
Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto memutasi 264 perwira tinggi dan menengah Polri lewat surat telegram bertanggal 2 November 2026. Sebanyak 224 personel masuk kategori promosi dan flat, dan enam Wakapolda serta 22 pimpinan kepolisian resor ikut berganti. Rotasi ini merupakan perombakan besar kelima sejak Suyudi memimpin Polri pada 1 Oktober 2026.

DENPASAR, KULKUL — Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto kembali merombak susunan pejabat Polri. Sebanyak 264 perwira tinggi dan perwira menengah mendapat jabatan baru lewat Surat Telegram Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 yang diteken pada 2 November 2026.
Dari jumlah itu, 224 personel masuk kategori promosi dan flat, kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir. Rotasi mencakup jenjang Irjen Pol, Brigjen Pol, hingga Kombes Pol. Sebagian penyesuaian menyangkut nivelering jabatan.
Johnny menjelaskan landasan kebijakan itu dalam keterangan di Jakarta pada Selasa (3/11/2026). "Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel Polri," kata Johnny Eddizon Isir. Ia juga menyebut langkah tersebut sebagai upaya menjaga kesinambungan organisasi dan meningkatkan efektivitas tugas kepolisian.
Pergantian paling mencolok terjadi pada level wakil kepala kepolisian daerah. Enam Wakapolda diganti dalam telegram ini. Brigjen Harry Kurniawan menggantikan Brigjen Hari Nugroho sebagai Wakapolda NTB. Brigjen Yohanes Agus Rijanto mengisi kursi Wakapolda Papua Barat yang ditinggalkan Brigjen Sulastiana.
Di Gorontalo, Brigjen Laode Aries El Fathar mengambil alih posisi dari Brigjen Dedy Suhartono. Wakapolda Sulawesi Barat kini dijabat Brigjen Eko Suprihanto, yang menggantikan Brigjen Hari Santoso. Untuk Sumatera Barat, Kombes Dhani Kristianto ditunjuk sebagai Wakapolda menggantikan Brigjen Solihin.
Kursi Wakapolda Lampung juga berpindah tangan. Brigjen Singgamata, yang sebelumnya Direktur Program Sarjana STIK Lemdiklat Polri, menempati posisi itu. Pendahulunya, Brigjen Sumarto, dimutasi menjadi dosen kepolisian utama di STIK Lemdiklat Polri. Di Polda yang sama, jabatan Direktur Reserse Narkoba kini dipegang AKBP Ferizal.
Di tingkat resor, 22 jabatan pimpinan kesatuan wilayah, dari kapolres, kapolresta, sampai kapolrestabes, berganti pejabat. Kombes Heru Agung Nugroho ditunjuk memimpin Polrestabes Palembang setelah menjabat Dirpolairud Polda Sumsel.
Di Mabes Polri, jabatan Kepala Pusat Sejarah dipercayakan kepada Kombes Gatot Sujono. Kombes Teguh Wibowo menjadi Kepala Pelayanan Markas. Gatot sebelumnya bertugas sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi Divisi Propam Polri.
Polri turut mempromosikan dua polisi wanita, satu ke jenjang Brigjen Pol dan satu lagi ke jenjang Kombes Pol. Sebanyak 14 Kombes Pol naik menjadi Brigjen Pol dalam daftar yang sama.
Sebanyak lima Irjen Pol juga dimutasi dari jabatan di Baharkam, Lemdiklat, hingga Bareskrim.
Polda Jawa Tengah kehilangan empat pejabat utamanya, yakni Kabid Propam, Karoops, Dirintelkam, dan Karo SDM. Kombes Heri Setyawan, sebelumnya Kabagrehabpers Divpropam Polri, menggantikan Kombes Saiful Anwar sebagai Kabid Propam. Saiful ditugaskan sebagai Kalemkonprofpol Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri.
Pergantian itu terjadi di tengah kasus penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo oleh aparat gabungan.
Polda Jambi mencatat sejumlah pejabat utama dan kapolres jajaran bergeser. Kombes Azhari Juanda, sebelumnya Dirpolairud Polda Maluku Utara, mengisi jabatan Dirpamobvit. AKBP Wendi Oktariansyah, yang sebelumnya Kapolres Sarolangun, menggantikan posisi Kapolres Tebo.
Kasus yang menarik perhatian muncul di Jawa Timur. AKBP Rossa Purbo Bekti dimutasi dari jabatan Kapolres Bangkalan menjadi perwira menengah Bareskrim Polri, padahal belum genap sebulan menjabat. Penunjukannya di Bangkalan tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Sebelum itu, Rossa bertugas sebagai penyidik KPK.
Posisinya diisi AKBP Mustijat Priyambodo, yang sebelumnya Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Jawa Timur.
Di Papua Barat dan Papua Tengah, sejumlah pejabat polda dan polres ikut dirotasi. Kombes Risno, yang menjabat Karorena Polda Papua Barat, pindah menjadi Karorena Polda Jambi. Brigjen Sulastiana, mantan Wakapolda Papua Barat, ditempatkan sebagai Perencana Anggaran Utama Tk. II Stamarena Polri.
Pemeriksaan sejumlah perwira tinggi dan menengah disebut berlangsung pada 2 November 2026 dan hari berikutnya. Mabes Polri belum memberikan keterangan resmi soal isu itu, sementara Kapolri disebut akan menyampaikan keterangan kepada pers.
Saat ditanya soal isu tersebut, Johnny menjawab singkat. "Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi," kata Johnny Eddizon Isir.
Dari Senayan, Komisi III DPR RI menyampaikan sikap. "Keberhasilan mutasi bukan diukur dari berapa kali pejabat diganti, tetapi dari seberapa nyata perubahan yang dirasakan masyarakat," kata Abdullah. Komisi III, menurut dia, mendukung penataan organisasi tersebut dan akan terus mengawasi pelaksanaannya.
Analisis redaksi
Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.
Rangkaian mutasi ini patut dicermati dari sisi tata kelola kekuasaan di tubuh Polri. Perombakan besar kelima dalam kurun sekitar sebulan sejak Suyudi memimpin pada 1 Oktober 2026 menunjukkan ritme penataan yang cepat. Kasus AKBP Rossa Purbo Bekti, yang digeser sebelum genap sebulan menjabat di Bangkalan, dapat menjadi contoh yang memunculkan pertanyaan tentang kesinambungan jabatan di tingkat resor. Di sisi lain, Polri menggambarkan langkah ini sebagai penyegaran dan pembinaan karier.
Waktu penerbitan telegram juga berpotensi menarik perhatian politik. Rotasi diumumkan ketika beredar isu penangkapan sejumlah perwira terkait dugaan penyadapan, dan Mabes Polri belum memberi keterangan resmi. Hubungan antara keduanya belum dinyatakan oleh pihak mana pun, sehingga publik perlu menunggu keterangan yang dijanjikan. Sementara itu, dukungan Komisi III DPR disertai catatan bahwa tolok ukurnya adalah perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. Pengawasan legislatif atas proses ini dapat menjadi ukuran apakah pertimbangan kompetensi, integritas, dan meritokrasi benar-benar diterapkan.
Topik: Suyudi, Polri
Baca juga
Denpasar & Badung
Karoops dan Dirreskrimum Polda Bali Dimutasi dalam Telegram KapolriPemerintahan
Maruarar Sirait Puji Kapolri Suyudi saat Tinjau Bedah Rumah Lansia di Kampung AmbonPemerintahan
Mahkamah Agung Tata Ulang Birokrasi, Mutasi Tenaga Teknis Kepaniteraan DidelegasikanDenpasar & Badung
Wakapolda Bali Tinjau Rekayasa Lalu Lintas di Tiga Simpang
Terbaru
- Ekonomi Bali-Nusra Tumbuh 6,08% pada Kuartal III-2026, Tertinggi di Indonesia · Ekonomi Bali ·
- Forum Indonesia-China di Bali Hasilkan Kontrak 1.000 Rumah dan Pabrik Beton Pracetak · Ekonomi Bali ·
- Cukai Minuman Beralkohol Sumbang 87,8 Persen Penerimaan Bea Cukai Bali · Ekonomi Bali ·
- Bupati Bekasi Lantik 154 Kades, Minta Dana dan Aset Desa Dikelola Tertib · Pemerintahan ·