Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

Forum Indonesia-China di Bali Hasilkan Kontrak 1.000 Rumah dan Pabrik Beton Pracetak

Forum investasi Indonesia-China di Bali pada 29 Oktober 2026 menghasilkan kontrak pembangunan 1.000 rumah perkotaan bagi keluarga berpenghasilan rendah. Kontrak diteken KADIN Indonesia, China Construction Group, dan BIG BALI GROUP, dengan pembangunan pabrik beton pracetak di Bali ikut masuk dalam kerja sama.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 2 menit baca
Sekelompok profesional multikultural yang terlibat dalam rapat bisnis di ruang konferensi modern.
Ilustrasi · Foto: Werner Pfennig / Pexels

Kontrak itu melibatkan KADIN Indonesia, China Construction Group, dan BIG BALI GROUP.

Kerja sama tersebut juga mencakup pendirian pabrik beton pracetak di Bali. Pembangunan pabrik panel beton pracetak pertama di Indonesia telah dimulai oleh China Construction Group, BIG BALI GROUP, dan Fang Zheng Jing Dao, dengan nilai investasi lebih dari 20 juta dolar AS.

Acara bernama Indonesia-China Bridge Forum itu berlangsung pada 29 Oktober 2026 di Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa. Temanya Government, Investment, Development, and Real Estate. Tujuannya memperkuat kerja sama investasi, properti, dan teknologi konstruksi kedua negara.

Pesertanya lebih dari 1.000 orang dari Indonesia, China, Singapura, dan Hong Kong. Mereka berasal dari unsur pemerintah, investor, pengembang, perusahaan konstruksi, dan pelaku industri properti.

Pembangunan 1.000 rumah ini merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan dua juta rumah bagi keluarga berpenghasilan rendah.

"Indonesia terbuka dan bersedia menerima dukungan para pelaku industri, teknologi juga investasi negara-negara sahabat di bidang properti perumahan," kata Sultan Baktiar Najamudin.

Menurut Sultan, investasi dan teknologi konstruksi dapat membantu mempercepat penyediaan hunian dengan harga terjangkau.

Dalam proyek ICONIC LIVING Resort, teknologi yang dipakai adalah 3D Concrete Printing (3DCP) dan sistem bekisting aluminium. Tahap pertamanya, Manta Livin Uluwatu, dikembangkan di Uluwatu, Bali. Pengembang mengklaim sistem bekisting aluminium mampu merampungkan struktur vila beserta jaringan listrik dan utilitas dalam empat hari, sedangkan metode biasa memerlukan sekitar 30 hari.

Hunian dirancang dengan konsep Urban Farming Houses, yakni penghuni dapat menanam buah dan sayuran sendiri di area kebun.

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Dari sisi ekonomi, pabrik beton pracetak dengan investasi lebih dari 20 juta dolar AS di Bali berpotensi menjadi basis pasokan material konstruksi yang dekat dengan proyek. Klaim pengerjaan struktur vila dalam empat hari, dibandingkan sekitar 30 hari dengan metode biasa, patut dicermati. Bila terbukti di lapangan, kecepatan itu dapat memengaruhi biaya dan jadwal pembangunan di kawasan wisata seperti Uluwatu.

Dari sisi tanah, proyek berada di Bali, tempat lahan menjadi isu sensitif. Kontrak 1.000 rumah perkotaan untuk keluarga berpenghasilan rendah dan proyek resor di Uluwatu berjalan dalam satu forum yang sama. Pertanyaan yang patut dicermati adalah bagaimana lahan untuk hunian terjangkau dan pengembangan wisata dikelola berdampingan. Konsep Urban Farming Houses, yang menyediakan kebun bagi penghuni, berpotensi menjadi salah satu cara memanfaatkan ruang terbatas.

Topik: Forum Investasi Indonesia-China, Bali

Baca juga

Terbaru