Gerindra dan Golkar DPRD Karangasem Soroti Penyertaan Modal BPD Bali dan Defisit APBD 2027
Fraksi Gerindra DPRD Karangasem mempertanyakan rencana penyertaan modal kepada PT BPD Bali karena khawatir membebani keuangan daerah, dalam rapat paripurna Senin (2/11/2026). Fraksi Golkar di forum yang sama menyoroti defisit RAPBD 2027 sekitar Rp157,88 miliar. Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menanggapi dengan rencana meminta data kinerja dari BPD Bali dan Jamkrida.

DENPASAR, KULKUL — Fraksi Gerindra DPRD Karangasem mempertanyakan rencana pemerintah kabupaten menyetor tambahan modal kepada PT BPD Bali. Fraksi itu menilai langkah tersebut dapat memperberat beban fiskal daerah yang pendapatannya terbatas dan berisiko mengalami defisit struktural.
Pandangan itu disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Karangasem pada Senin (2/11/2026). Agenda sidang adalah pandangan umum fraksi atas empat rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang diajukan eksekutif.
Menurut Gerindra, dividen dari BPD Bali baru terasa setelah waktu yang panjang dan belum tentu sepadan dengan kebutuhan likuiditas APBD dalam jangka pendek hingga menengah.
Untuk Jamkrida Bali Mandara, fraksi ini menyatakan mendukung penguatan permodalan. Syaratnya, tambahan modal diiringi sumbangan nyata bagi PAD lewat dividen atau pembagian laba.
Gerindra juga mendorong eksekutif menggali PAD dari pariwisata, retribusi daerah, dan pembenahan tata kelola BUMD. Fraksi itu meminta pula agar pengeluaran operasional yang bersifat seremonial dipangkas.
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menjelaskan, suntikan modal untuk Jamkrida dimaksudkan menguatkan penjaminan kredit bagi pelaku UMKM yang terkendala agunan.
Pemkab akan menjalin koordinasi dengan BPD Bali guna memperoleh data debitur, penyaluran kredit, suku bunga, agunan, dan sebaran pembiayaan di tiap sektor usaha.
"Data tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk mengukur kontribusi BPD Bali terhadap perekonomian masyarakat daerah," kata Gus Par, sapaan bupati.
Untuk Jamkrida, pemerintah daerah berencana meminta data jumlah UMKM yang dijamin, nilai kreditnya, serta sebarannya menurut kecamatan dan sektor.
"Data tersebut nantinya agar disampaikan berdasarkan informasi resmi perusahaan, sehingga manfaat investasi daerah dapat diketahui secara objektif dan terukur," kata Gus Par.
Di sidang yang sama, Fraksi Partai Golkar meminta pemerintah daerah mencermati kemampuan fiskal serta aturan batas defisit saat menyusun RAPBD 2027. Pandangan fraksi dibacakan anggotanya, I Nengah Sumardi.
RAPBD 2027 dirancang dengan pendapatan daerah Rp1,762 triliun dan belanja Rp1,920 triliun. Selisihnya menghasilkan defisit sekitar Rp157,88 miliar, atau 8,96 persen dari pendapatan, yang rencananya ditutup lewat pos pembiayaan daerah.
"Apabila rencana defisit melampaui batas tersebut, pemerintah daerah perlu memperhatikan ketentuan persetujuan Menteri Keuangan," kata Sumardi.
Fraksi Golkar menegaskan bahwa keseimbangan administratif APBD harus disertai kepastian sumber pembiayaan, kemampuan fiskal, dan hitungan risiko pelaksanaan anggaran.
Bupati Parwata menyatakan optimalisasi PAD akan ditempuh secara realistis, terukur, dan berbasis data.
"Pemerintah daerah sependapat bahwa proyeksi SiLPA harus disusun secara realistis dan dapat dipertanggungjawabkan," kata I Gusti Putu Parwata.
Analisis redaksi
Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.
Kritik Gerindra terhadap penyertaan modal BPD Bali dapat dibaca bersama angka yang dikemukakan Golkar. Defisit RAPBD 2027 direncanakan 8,96 persen dari pendapatan, jauh di atas batas 2,5 persen yang disebut Golkar. Dalam kondisi demikian, tambahan pos penyertaan modal berpotensi menambah tekanan pada ruang belanja, sehingga pertanyaan fraksi soal waktu dan besaran dividen patut dicermati.
Sikap Gerindra yang mendukung modal Jamkrida namun mengaitkannya dengan kontribusi PAD dapat dibaca sebagai upaya menguji manfaat tiap suntikan modal. Rencana eksekutif meminta data debitur dan sebaran pembiayaan dari BPD Bali dapat menjadi dasar evaluasi. Pernyataan bupati tentang PAD yang realistis dan berbasis data juga berpotensi diuji lewat tuntutan fraksi agar sumber pendapatan dari pariwisata dan retribusi digali.
Topik: Fraksi Gerindra DPRD Karangasem, DPRD Karangasem, BPD Bali, Karangasem
Baca juga
Ekonomi Bali
DPRD Bali Usul Koordinasi Khusus dan Cek Stok Real-Time Cegah Krisis BBMEkonomi Bali
BRI Region 17 dan Pegadaian Kanwil VII Denpasar Jajaki Sinergi Bisnis di BaliEkonomi Bali
Danantara Garap PSEL Denpasar Raya, Target Nasional Selesai 2028Pemerintahan
Anggota DPR RI Gandung Pardiman Wafat di Yogyakarta, Dimakamkan di Ponjong
Terbaru
- Insentif Dapur MBG Turun dari Rp6 Juta ke Rp2.000 per Penerima, Mitra Protes · Ekonomi Bali ·
- Investasi Bali Terpusat di Selatan, Buleleng Didorong Jadi Pusat Ekonomi Baru · Ekonomi Bali ·
- Prabowo Perintahkan Kereta Bali Dibangun, Gambir dan Monas Direvitalisasi · Pemerintahan ·
- Wakapolda Bali Tinjau Rekayasa Lalu Lintas di Tiga Simpang · Denpasar & Badung ·
- Kapolri Suyudi Mutasi 264 Pati dan Pamen, Enam Wakapolda dan 22 Kapolres Berganti · Pemerintahan ·
- Ekonomi Bali-Nusra Tumbuh 6,08% pada Kuartal III-2026, Tertinggi di Indonesia · Ekonomi Bali ·