Edisi Minggu, 25 Oktober 2026
Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

Maruarar Sirait Puji Kapolri Suyudi saat Tinjau Bedah Rumah Lansia di Kampung Ambon

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau rumah lansia di Kampung Ambon, Jakarta Barat, pada Sabtu (24/10/2026) bersama Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, lalu menyampaikan pujian atas langkah Kapolri. Di tengah peninjauan itu, Badan Pusat Statistik mengungkap bahwa 821.840 rumah di DKI Jakarta tergolong tidak layak huni.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 3 menit baca
Panorama desa yang menakjubkan di Indonesia dengan latar belakang bendera dan lembah.
Ilustrasi · Foto: Shabran Niami / Pexels

DENPASAR, KULKUL — Pujian untuk Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto datang dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, yang mengunjungi rumah seorang lansia di Kampung Ambon, Jakarta Barat, dalam rangkaian peninjauan program bedah rumah [1].

Maruarar menyatakan dukungannya kepada Kapolri. Alasannya, Suyudi dinilai banyak melakukan terobosan dalam menangani pusat narkoba dan tawuran [1].

Rumah yang ditinjau milik Ester Yacoba Sumakul, perempuan lansia berusia 64 tahun. Ia termasuk salah satu penerima bantuan bedah rumah di kawasan tersebut [1].

Berdasarkan keterangan yang tercatat, Ester tergolong kelompok desil 1.

Maruarar tidak berhenti di Kampung Ambon. Ia berencana meninjau pelaksanaan bedah rumah di Kampung Bahari dan Boncos pada pekan berikutnya [1].

Kebutuhan perbaikan hunian di ibu kota terbilang besar. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut jumlah rumah yang masuk kategori tidak layak huni di DKI Jakarta pada 2026 mencapai 821.840 unit [3].

"Di DKI Jakarta, berdasarkan data 2026, di DKI Jakarta yang tidak layak huni ada 821.840," kata Amalia Adininggar Widyasanti [3].

Dari angka tersebut, 256.487 unit berada di wilayah Jakarta Barat, tempat Kampung Ambon berada [3].

Skala persoalan itu juga tecermin dalam target pemerintah. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa pemerintah mematok perbaikan sebanyak 450.000 hunian di seluruh Indonesia [3].

Tito menempatkan bedah rumah dalam kerangka tugas negara. "Dan di sini merupakan salah satu fungsi negara bahwa program pro rakyat kecil itu termasuk bedah rumah warga yang tidak mampu," kata Tito Karnavian [3].

Peninjauan di Kampung Ambon memperlihatkan bagaimana program perumahan bagi warga kurang mampu berjalan beriringan dengan agenda penanganan keamanan di lingkungan padat. Pujian Maruarar kepada Kapolri atas penanganan narkoba dan tawuran disampaikan di lokasi bedah rumah, bukan dalam forum terpisah [1].

Di sisi pelaksanaan, jadwal perbaikan rumah Ester sudah ditetapkan dengan tenggat yang jelas, yakni dimulai awal November dan selesai menjelang akhir Desember 2026 [2].

Jumlah 821.840 rumah tidak layak huni itu menunjukkan bahwa perbaikan satu rumah, seperti milik Ester, baru menyentuh bagian kecil dari persoalan [3].

Kunjungan lanjutan ke Kampung Bahari dan Boncos pada pekan berikutnya akan menjadi kesempatan berikutnya bagi pemerintah untuk memperlihatkan perkembangan program di lapangan [1].

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Peninjauan di Kampung Ambon memadukan dua pesan sekaligus: program perumahan bagi warga desil 1 dan apresiasi terhadap kinerja Kapolri dalam menangani narkoba dan tawuran [1]. Perpaduan ini dapat dibaca sebagai upaya menampilkan kehadiran negara di kawasan padat penduduk dari dua sisi, yakni kesejahteraan dan keamanan. Apakah keduanya berkaitan secara program atau sekadar bertemu dalam satu agenda kunjungan, bahan yang ada belum menjelaskannya, sehingga hal itu patut dicermati lebih lanjut.

Angka BPS menambah konteks yang penting. Dengan 821.840 rumah tidak layak huni di DKI Jakarta, termasuk 256.487 unit di Jakarta Barat [3], dan target nasional perbaikan 450.000 hunian [3], satu rumah yang dijadwalkan rampung pada 24 Desember 2026 [2] berpotensi menjadi contoh yang menggambarkan arah program, sementara jangkauan sebenarnya masih menjadi pertanyaan. Rencana peninjauan ke Kampung Bahari dan Boncos pada pekan berikutnya [1] dapat menjadi ukuran awal seberapa cepat program bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain.

Sumber

  1. detikNews, “Tinjau Bedah Rumah di Kampung Ambon, Ara Puji Kapolri Suyudi Banyak Terobosan” — news.detik.com
  2. ANTARA Foto, “Kementerian PKP bedah rumah warga di Kampung Ambon” — antarafoto.com
  3. Kompas.com, “Kepala BPS Ungkap 821.840 Rumah Warga di Jakarta yang Tak Layak Huni” — nasional.kompas.com

Topik: Suyudi, Kampung Ambon, Ara, BPS

Baca juga

Maruarar Sirait Puji Kapolri Suyudi saat Tinjau Bedah Rumah