Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

Hashim: Yang Diputuskan Rekening Bank Gratis bagi Warga 17 Tahun, Bukan HP Gratis; Kabar Bantuan Korban Penipuan Online Dinyatakan Hoaks

Hashim Djojohadikusumo menjelaskan dalam Rapimnas Kadin pada Kamis (29/10/2026) bahwa yang diputuskan pemerintah adalah rekening bank gratis bagi warga yang menginjak usia 17 tahun, bukan telepon seluler gratis. Di waktu yang berdekatan, pemerintah daerah dan kepolisian menyatakan kabar pendaftaran bantuan pemulihan bagi korban penipuan online adalah hoaks.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 3 menit baca
Wanita tersenyum menjual produk segar di pasar di Pontianak, Indonesia.
Ilustrasi · Foto: Rizky Rianto / Pexels

DENPASAR, KULKUL — Pemerintah menyiapkan rekening bank gratis bagi warga yang berusia 17 tahun, dan yang dimaksud bukan telepon seluler gratis. Penegasan itu disampaikan Hashim Djojohadikusumo di forum Rapimnas Kadin pada Kamis (29/10/2026).

Menurut Hashim, keputusan tersebut sudah diambil dalam rapat terbatas pemerintah. "Sudah diputuskan bahwa setiap warga di umur 17 tahun akan diberikan rekening bank gratis. Bukan HP gratis," kata Hashim.

Acara Rapimnas Kadin itu berlangsung di Hotel Borobudur. Hashim juga meminta media tidak membingkai ulang atau memelintir pernyataannya soal program tersebut. Kompas.com menyebut jabatannya sebagai Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, sedangkan Kontan menyebutnya Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi.

Pemerintah menyebut kebijakan ini sudah dibahas dalam rapat pemerintah dan ditujukan memperluas akses warga ke layanan perbankan digital. Hashim juga mengaitkannya dengan rencana penyaluran bantuan sosial dan BLT.

Bansos, BLT, dan bantuan lain dari pemerintah pusat rencananya diteruskan langsung ke rekening bank digital milik tiap warga. Mekanisme ini diharapkan memastikan bantuan sampai kepada yang berhak dan tidak jatuh ke pihak yang tidak berhak. "Bansos ini akan langsung tepat sasaran dan akan sampai ke rakyat yang perlu," ujar Hashim.

Untuk menggambarkan kebutuhan, Hashim menyebut kira-kira 30 persen penduduk dewasa Indonesia belum punya rekening bank. Angka itu setara perkiraan 60 juta orang dari sekitar 200 juta penduduk di atas 17 tahun. Perluasan akses rekening digital diharapkan memperbaiki penyaluran bantuan dan menarik lebih banyak aktivitas ekonomi ke sistem keuangan formal.

Hashim menilai bantuan yang diterima langsung dapat menambah kemampuan belanja rumah tangga dan mendorong daya beli. Menurut dia, kondisi itu memberi stimulus bagi perekonomian daerah. Ia optimistis naiknya daya beli dapat menopang prospek ekonomi nasional dan memperkuat kemampuan pemerintah menciptakan serta menjalankan proyek.

Di sisi lain, kabar bantuan lain justru beredar tanpa dasar. Sebuah unggahan di Facebook mengeklaim ada bantuan pemulihan dari pemerintah bagi korban penipuan online, dan klaim itu dinyatakan tidak benar.

Pemeriksaan kepolisian menunjukkan akun tersebut tidak punya kaitan dengan pemerintah. Penelusuran Google Lens mengarahkan foto itu ke berita di situs Kementerian Keuangan yang tayang pada Senin.

Foto yang beredar ternyata memperlihatkan Purbaya Yudhi Sadewa, selaku Menteri Keuangan, menerima uang pengganti kerugian negara dari Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi minyak sawit mentah atau CPO. Jadi, gambar itu tidak berkaitan sama sekali dengan korban penipuan online. Pemeriksa fakta juga mencari klaim itu lewat mesin pencari, dan tidak ditemukan sumber kredibel yang membenarkannya.

Ia menyebut pemerintah memprioritaskan percepatan akses pembiayaan usaha mikro. Menurut dia, pembahasan kredit usaha mikro dan permiko harus segera dirampungkan.

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Dua kabar ini berbeda sifat, tetapi punya kesamaan: kabar yang menyebar cepat sering berjarak dari isi kebijakan sebenarnya. Kesalahpahaman soal "HP gratis" membuat Hashim merasa perlu meluruskan pernyataannya di depan peserta Rapimnas, bahkan meminta media tidak memelintirnya. Hal yang dijanjikan sejauh ini sempit: rekening bank gratis bagi warga usia 17 tahun, dengan rencana penyaluran bansos dan BLT lewat rekening tersebut. Di bahan yang ada tidak tampak rincian soal bank penyedia, jadwal, atau cakupan penerima, sehingga hal-hal itu patut dicermati ke depan.

Sementara itu, hoaks bantuan pemulihan korban penipuan online menunjukkan bagaimana janji bantuan pemerintah mudah ditiru untuk menjaring korban. Foto yang dipakai berasal dari peristiwa yang sama sekali berbeda, yakni penyerahan uang pengganti kerugian negara perkara CPO. Ketika penyaluran bantuan ke depan direncanakan lewat rekening digital, kebutuhan publik untuk membedakan pengumuman resmi dari akun tiruan berpotensi makin besar. Hal ini patut dicermati, terutama bagi warga yang baru memiliki rekening pertama dan belum terbiasa dengan layanan digital. Bila tidak ada kanal informasi yang jelas, ruang bagi modus serupa dapat tetap terbuka, meski bahan ini belum memuat langkah pencegahan dari pemerintah.

Topik: Hashim Djojohadikusumo, Pemerintah

Baca juga

Terbaru