Edisi Minggu, 25 Oktober 2026
Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

Rekening Gratis Rp50 Ribu Resmi Diumumkan, Klaim HP Gratis Lewat Tautan Terbukti Hoaks

Pemerintah mengumumkan program rekening gratis dengan setoran awal Rp50 ribu bagi sekitar 25 juta warga kelompok ekonomi terbawah, dengan anggaran Rp1,28 triliun. Di sisi lain, tautan yang mengklaim pembagian HP dan rekening baru dari pemerintah dinyatakan hoaks karena mengarah ke formulir pencuri data pribadi. Wacana HP gratis sendiri baru sebatas rencana dan sudah memantik penilaian kritis dari kalangan ekonom.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 3 menit baca
Uang kertas Real Brasil yang terfokus dengan denominasi 50 yang ditampilkan secara mencolok.
Ilustrasi · Foto: Daniel Dan / Pexels

DENPASAR, KULKUL — Pemerintah membuka rincian program rekening gratis dengan saldo awal Rp50 ribu per orang. Sasaran tahap awalnya sekitar 25 juta warga berusia di atas 17 tahun dari kelompok desil 1-4 [1].

Anggaran yang disiapkan untuk setoran awal tersebut sebesar Rp1,28 triliun [1]. Angka itu lebih kecil daripada perkiraan pemerintah sebelumnya, yakni Rp3,8 triliun [6].

Program ini dijadwalkan terealisasi pada kuartal IV-2026. Targetnya, inklusi keuangan nasional naik dari sekitar 93 persen menjadi mendekati 99 persen [6].

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengumumkan tiga kriteria penerima menyebut rencana ini tidak berhenti pada pembukaan rekening. "Ini kami akan dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening," kata Airlangga [1].

Integrasi rekening digital dengan data Dukcapil disebut tengah digodok untuk tahun depan [3].

Bersamaan dengan kabar rekening gratis, beredar pula wacana pembagian ponsel gratis kepada sekurang-kurangnya 25 juta warga dewasa di kategori desil 1-4 [3]. Usulan itu pertama kali datang dari Hashim Djojohadikusumo, adik presiden yang menjabat utusan khusus presiden bidang iklim dan energi [3].

Wacana tersebut dimanfaatkan penyebar tautan palsu. Sebuah unggahan di Facebook mengklaim membuka pendaftaran bantuan handphone dan rekening baru dari pemerintah, dan unggahan itu dinyatakan hoaks [2].

Tautan dalam unggahan itu mengarah ke formulir digital yang meminta nama, alamat, dan nomor Telegram. Isi tautan terindikasi sebagai modus penipuan dan pencurian data pribadi atau phising [2].

Tidak ada program resmi pemerintah untuk membagikan HP gratis kepada masyarakat luas melalui pendaftaran lewat tautan semacam itu [2]. Satu-satunya yang sudah diumumkan secara resmi adalah program rekening gratis.

Dari sisi pasar, kabar HP gratis ikut bergema di bursa. Saham PTSN naik 24,46 persen dan ERAA naik 1,75 persen dalam sehari, dan media yang melaporkannya mempertanyakan apakah kenaikan itu efek dari wacana tersebut [3].

Di kalangan akademisi, rencana HP gratis mendapat catatan kritis. Ekonom UGM Wisnu Setiadi Nugroho menilai rencana itu kurang mendesak karena ada rekening penerima bansos yang tidak digunakan, literasi digital yang rendah, dan titik tarik tunai yang belum merata [4].

Pengadaan HP seharga Rp1 juta untuk 20 juta warga memerlukan Rp20 triliun, belum termasuk distribusi dan pemeliharaan [4].

Wisnu juga mengingatkan sifat belanja program semacam ini. "Program semacam ini juga cenderung mendorong belanja berulang, bukan sekali jalan," kata Wisnu [4].

Di bidang lain, pemerintah menyebut berbagai upaya penguatan ekonomi rakyat. Suku bunga kredit mikro PNM Mekaar dipangkas maksimal 8 persen dan KUR menjadi 6 persen flat per tahun [5]. Pemerintah juga menargetkan Nilai Tukar Nelayan mencapai 120 pada tahun depan, dari 103 pada 2025 [5].

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Selisih antara anggaran Rp1,28 triliun untuk rekening gratis [1] dan kebutuhan Rp20 triliun untuk HP gratis versi hitungan ekonom UGM [4] menunjukkan betapa jauh jarak antara program yang sudah punya angka resmi dan wacana yang belum. Ketika wacana besar beredar tanpa status yang jelas, ruangnya dapat diisi pihak yang tidak bertanggung jawab. Hoaks tautan pendaftaran bantuan HP dan rekening [2] berpotensi menjadi contoh: pengguna yang berharap pada bantuan justru berisiko menyerahkan data pribadi. Hal ini patut dicermati karena kepercayaan publik pada program bantuan yang sah dapat terkikis bila warga sulit membedakan program resmi dari tawaran palsu.

Dari sisi ekonomi, pergerakan saham PTSN dan ERAA [3] memperlihatkan bahwa wacana kebijakan saja sudah dapat memengaruhi ekspektasi pasar, meski belum ada keputusan anggaran untuk HP gratis. Bagi Bali, yang perekonomiannya bertumpu pada pariwisata, pertanyaannya adalah apakah rekening dan akses digital bagi warga desil terbawah dapat memperluas keterlibatan pelaku usaha kecil dalam rantai jasa wisata. Bahan yang ada belum memuat data soal itu, sehingga hubungan tersebut sebatas tafsir. Yang lebih pasti, Airlangga menegaskan tujuan program adalah penyaluran bantuan dan kegiatan produktif [1], sedangkan catatan ekonom UGM bahwa kepemilikan gawai bukan akar masalah akses keuangan [4] menjadi pertanyaan terbuka bagi pemerintah soal prioritas belanja.

Sumber

  1. CNN Indonesia, “3 Kriteria Penerima Rekening Gratis Saldo Rp50 Ribu dari Pemerintah” — cnnindonesia.com
  2. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, “[HOAKS] Tautan Bantuan HP dan Rekening Baru dari Pemerintah” — jatengprov.go.id
  3. KONTAN, “Hari Ini Saham PTSN dan ERAA Naik 24,46% dan 1,75%, Efek Wacana Pemberian HP Gratis?” — insight.kontan.co.id
  4. Kompas.com, “Pemerintah Rencanakan Pembagian HP Gratis, Dosen UGM: Risiko Pemborosan” — kompas.com
  5. ANTARA, “Pemerintah targetkan Nilai Tukar Nelayan naik jadi 120 tahun depan” — antaranews.com
  6. KONTAN, “Alokasi Anggaran Rekening Gratis Rp 1,28 Triliun” — insight.kontan.co.id

Topik: Pemerintah, UGM

Baca juga

Rekening Gratis Rp50 Ribu Resmi Diumumkan, Klaim HP Gratis