Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

Taspen Usul Ubah Dasar Iuran Pensiun ASN dan Atur Ulang Portofolio Investasi

Di sisi lain, perusahaan ini juga menyesuaikan strategi investasi dengan memangkas porsi saham akibat tekanan pasar modal.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 1 menit baca
Model rumah kayu di grafik menggambarkan analisis dan tren pasar properti.
Ilustrasi · Foto: Artful Homes / Pexels

Usulan ini mencakup penggantian dasar penghitungan iuran dari gaji pokok menjadi take home pay, sebuah langkah yang dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan program.

Saat ini, iuran pensiun ASN sebesar 4,75% dari gaji pokok telah mengumpulkan dana sekitar Rp250 triliun.

Henra menambahkan bahwa harapan perbaikan program ini bisa mendekati standar tersebut.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat jatuh ke level 5.185.

Pendekatan ini dikombinasikan dengan diversifikasi selektif pada sektor yang adaptif terhadap dinamika dan sentimen makroekonomi. Rony Hanityo Aprianto, Direktur Utama Taspen, mengakui bahwa ada satu pos yang mengurangi laba cukup tinggi yaitu pos impairment.

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Perubahan skema iuran pensiun ASN yang diusulkan PT Taspen (Persero) menjadi pertanyaan penting bagi keberlanjutan fiskal jangka panjang. Hal ini patut dicermati karena posisi replacement ratio saat ini hanya 18%, jauh di bawah standar Organisasi Perburuhan Internasional.

Di sisi lain, penyesuaian portofolio investasi Taspen mencerminkan kehati-hatian terhadap volatilitas pasar modal. Pengurangan porsi saham dari 10% menjadi 3% dan lonjakan nilai impairment hingga Rp 1,82 triliun menunjukkan risiko yang perlu dikelola dengan ketat. Strategi ini, meskipun menekan laba tahun berjalan menjadi Rp 1,04 triliun, mungkin diperlukan untuk melindungi dana pensiun dalam jangka panjang.

Topik: Taspen, ASN, IHSG

Baca juga