Saldi Isra Soroti Literasi Pemuda dan Kekhawatiran Ketergantungan AI
Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Saldi Isra menyoroti pentingnya literasi dasar dan kewaspadaan terhadap teknologi bagi generasi muda dalam acara di Jakarta. Ia menekankan bahwa kemampuan membaca, menulis, dan berkomunikasi menjadi fondasi daya saing yang tidak boleh tergantikan oleh alat bantu otomatis. Selain itu, Saldi juga menegaskan bahwa seluruh putusan Mahkamah Konstitusi dihasilkan murni oleh hakim tanpa campur tangan kecerdasan buatan.

DENPASAR, KULKUL — Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Saldi Isra menyampaikan perhatian serius mengenai kondisi literasi dan daya saing generasi muda Indonesia. Acara yang digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut dihadiri oleh 63 peserta [2].
Fenomena ini menunjukkan partisipasi aktif generasi muda dalam proses hukum, namun Saldi juga melihat adanya tantangan mendasar yang perlu diatasi. Ia menilai bahwa minat baca, kemampuan menulis, dan keterampilan berkomunikasi masih perlu diperbaiki secara signifikan [2].
Menurut Saldi, ketiga aspek tersebut merupakan kunci agar pemuda dapat memberikan dampak yang nyata.
Selain isu literasi, Saldi Isra juga menyampaikan kekhawatiran mengenai dampak teknologi kecerdasan buatan (AI) terhadap generasi muda. Ia mengemukakan bahwa ketergantungan pada AI berpotensi melemahkan keahlian fundamental yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing [3]. Saldi mencontohkan praktik di Australia, di mana seorang rekan dosennya kembali menerapkan model pengajaran konvensional. Survei menunjukkan bahwa mahasiswa yang belajar secara manual memiliki kemampuan analitis yang lebih baik dibandingkan yang mengandalkan alat otomatis [3].
Di sisi lain, Saldi menegaskan bahwa Mahkamah Konstitusi tidak menggunakan AI dalam proses pembuatan putusan. Ia menjamin bahwa tidak ada satu pun putusan yang dihasilkan dengan bantuan AI, karena semua keputusan murni merupakan hasil kerja sembilan hakim konstitusi melalui Rapat Permusyawaratan Hakim [3]. Pernyataan ini disampaikan untuk meyakinkan publik bahwa integritas dan kedalaman analisis hukum tetap menjadi prioritas utama di lembaga peradilan konstitusi [3].
Saldi Isra juga menyisipkan pesan kesehatan dalam sambutannya. Saldi mengakui bahwa tanpa instrumen sederhana untuk memantau asupan nutrisi, ia bisa terjebak mengonsumsi kadar garam yang berbahaya bagi kesehatan [1]. Pesan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan fisik juga penting untuk mendukung produktivitas dan ketajaman pikiran dalam jangka panjang.
Analisis redaksi
Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.
Dari perspektif ekonomi sumber daya manusia, pernyataan Saldi Isra mengenai literasi dan teknologi mengindikasikan adanya pergeseran paradigma kompetensi yang diperlukan di pasar kerja masa depan. Penekanannya pada kemampuan membaca, menulis, dan berkomunikasi sebagai fondasi daya saing [2] sejalan dengan argumen bahwa keterampilan kognitif tingkat tinggi tetap menjadi pembeda utama bagi tenaga kerja di tengah otomatisasi. Jika generasi muda terlalu bergantung pada alat bantu otomatis, ada potensi degradasi dalam kemampuan analitis yang menjadi modal intelektual penting [3]. Hal ini patut dicermati karena daya saing ekonomi suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis dan kreatif, bukan sekadar pengguna teknologi.
Selain itu, penegasan Mahkamah Konstitusi bahwa putusan murni dihasilkan oleh hakim tanpa bantuan AI [3] memberikan sinyal penting mengenai batas penerapan teknologi dalam sektor yang membutuhkan akuntabilitas tinggi. Meskipun konteksnya adalah lembaga hukum, prinsip ini memiliki implikasi bagi sektor ekonomi yang juga mengandalkan integritas dan pertimbangan manusia, seperti keuangan dan regulasi. Ketergantungan berlebihan pada AI dapat mengaburkan tanggung jawab individu dan mengurangi kedalaman analisis yang diperlukan dalam pengambilan keputusan strategis. Oleh karena itu, keseimbangan antara adopsi teknologi dan penguatan keahlian fundamental menjadi pertanyaan krusial bagi kebijakan pendidikan dan pelatihan kerja di Indonesia.
Sumber
- Kompas.com, “Saldi Isra: Makin Banyak Anak Muda Uji UU di MK dalam 3 Tahun Terakhir” — nasional.kompas.com
- ANTARA News Kalteng, “Baca, tulis, dan komunikasi jadi kunci pemuda berdampak, kata Hakim Saldi” — kalteng.antaranews.com
- republika.co.id, “Wakil Ketua MK Saldi Isra Khawatir AI Lemahkan Daya Saing Generasi Muda” — news.republika.co.id
Topik: Saldi Isra
Baca juga
Ekonomi Bali
Prediksi Pelemahan Rupiah Tembus Rp 22.000 di Tengah Tekanan MSCIEkonomi Bali
Anggaran Film Adaptasi Elden Ring Naik Jadi Rp 3,6 Triliun, Masuk Daftar Film Termahal A24Ekonomi Bali
Arus Modal Asing Berbalik Arah, Stabilitas Pasar Saham dan Rupiah Jadi SorotanEkonomi Bali
Kinerja Astra Kuartal III 2026: Otomotif Tumbuh, Tambang Turun, Laba Bersih Anjlok