IPM Bali 2026 Capai 80,03, Naik ke Kategori Sangat Tinggi dan Masuk Lima Besar
Badan Pusat Statistik merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali 2026 pada 5 November 2026. Angkanya 80,03, naik dari 79,37 setahun sebelumnya, dan Bali masuk kategori sangat tinggi serta bertahan di lima besar nasional. Capaian itu ditopang kemajuan di bidang kesehatan, pendidikan, dan standar hidup.

DENPASAR, KULKUL — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali pada 2026 menembus angka 80,03. Posisi itu menempatkan Bali dalam kelompok provinsi berkategori pembangunan manusia sangat tinggi.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data tersebut pada 5 November 2026. Setahun sebelumnya, IPM Bali tercatat 79,37.
Angka Bali berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 76,59. Bali juga bertahan di jajaran lima besar nasional selama dua tahun berturut-turut.
Bali kini menyandang kategori sangat tinggi, setelah sebelumnya masuk kategori tinggi. Pada 2026 hanya lima provinsi yang berada di kategori itu: DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Bali.
Daftar lima besar yang sama muncul dalam data BPS yang dibahas di Kepulauan Riau, dengan urutan Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Bali, dan Kepri.
Kenaikan IPM Bali didorong kemajuan pada tiga dimensi, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup masyarakat. Pada dimensi kesehatan, umur harapan hidup warga Bali meningkat menjadi 75,68 tahun.
Di bidang pendidikan, rata-rata lama sekolah di Bali kini 9,95 tahun. Harapan lama sekolah, yakni lamanya pendidikan yang diperkirakan akan ditempuh anak usia sekolah, mencapai 13,64 tahun.
Kepulauan Riau, yang juga masuk lima besar, dapat menjadi pembanding. Provinsi itu mencatat IPM 81,12 pada 2026, naik dari 78,48 pada 2022.
"IPM Kepri meningkat dari 78,48 pada 2022, menjadi 81,12 pada 2026," kata Margaretha Ari Anggorowati, Plt Kepala BPS Kepri.
Umur harapan hidup di Kepri pada 2026 sebesar 75,69 tahun, bertambah 0,23 tahun dari 2025.
Pada dimensi pendidikan, rata-rata lama sekolah di Kepri 10,84 tahun, bertambah 0,12 tahun atau 1,12 persen dari 2025. Harapan lama sekolah di provinsi itu 13,32 tahun, naik 0,04 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi standar hidup, pengeluaran riil per kapita per tahun di Kepri mencapai Rp16.372.000. Nilai itu naik Rp491.000, atau 3,09 persen, dari 2025.
Pertumbuhan dimensi standar hidup layak di Kepri pada 2026 juga lebih tinggi daripada rata-rata pertumbuhan tahunan 2022–2025 yang sebesar 2,98 persen. Di tingkat kota, Batam mencatat IPM 84,27 dan Tanjungpinang 82,40, keduanya berkategori sangat tinggi.
Di provinsi lain, pembangunan manusia dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dikerjakan lewat program yang dimulai dari tingkat RT.
Tim verifikator dari Bappenas turun ke Kota Jambi pada Jumat (6/11/2026). Menurut catatan lain, program itu menjangkau lebih dari seribu RT di kota tersebut.
Penilaian dalam ajang itu menyangkut empat aspek: mutu perencanaan, keselarasan antara rencana dan pelaksanaan, kelengkapan administrasi serta tata kelola, dan manfaat nyata di tengah warga. Warga dapat menyampaikan aspirasi dan menentukan kebutuhan prioritas lewat musyawarah di tingkat RT.
"Kami sudah menjelaskan mulai dari prosesnya, bagaimana musyawarah bersama warga, perencanaan, hingga pelaksanaannya," kata Maulana, Wali Kota Jambi.
"Yang paling penting bagi kami adalah pemanfaatan program ini terhadap masyarakat," kata Medi Haryanto, Senior Manager Operasi dalam tim verifikator.
Analisis redaksi
Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.
Kenaikan IPM Bali ke angka 80,03 memberi tanda bahwa tiga dimensi pembangunan manusia bergerak searah, sebagaimana dicatat dalam rilis BPS. Perpindahan dari kategori tinggi ke sangat tinggi, di tengah hanya lima provinsi yang berada di kelompok itu, dapat dibaca sebagai capaian yang bermakna, terlebih Bali juga bertahan di lima besar dua tahun beruntun. Posisi di atas rata-rata nasional 76,59 menunjukkan Bali berdiri di bagian atas peta pembangunan manusia.
Pekerjaan rumahnya patut dicermati pada dimensi pendidikan. Harapan lama sekolah di Bali 13,64 tahun, sedangkan rata-rata lama sekolah penduduknya baru 9,95 tahun. Jarak itu berpotensi menjadi pertanyaan tentang seberapa cepat capaian anak-anak yang kini bersekolah dapat tercermin pada penduduk dewasa. Sebagai pembanding, Kepri mencatat rata-rata lama sekolah 10,84 tahun dengan harapan lama sekolah 13,32 tahun. Perbandingan ini berpotensi memperlihatkan bahwa rata-rata lama sekolah dapat menjadi ruang perbaikan bagi Bali, meski kedua provinsi memiliki karakter berbeda.
Pengalaman Kepri juga menunjukkan bahwa dimensi standar hidup dapat dipacu: pertumbuhannya pada 2026 lebih tinggi daripada rata-rata 2022–2025. Adapun penilaian program Kampung Bahagia di Jambi menekankan kesesuaian antara rencana dan pelaksanaan serta manfaat nyata bagi warga. Kriteria semacam itu dapat menjadi cermin bahwa angka indeks yang baik perlu diikuti manfaat yang terasa di tingkat komunitas. Apakah kenaikan IPM Bali bertahan pada tahun-tahun mendatang akan bergantung pada kelanjutan kemajuan di ketiga dimensi tersebut.
Baca juga
Ekonomi Bali
Ekonomi Bali-Nusra Tumbuh 6,08% pada Kuartal III-2026, Tertinggi di IndonesiaEkonomi Bali
BSU Oktober-Desember 2026 Rp900.000 Belum Final, Kriteria dan Jadwal Cair DitungguEkonomi Bali
Dividen Rp50,63 Triliun dan Buyback Mandiri: Kredit Bali-Nusa Tenggara Tumbuh 10,3 Persen, Dampak ke Likuiditas Bank Bali Belum TerjawabEkonomi Bali
Investasi Bali Terpusat di Selatan, Buleleng Didorong Jadi Pusat Ekonomi Baru
Terbaru
- Polnas Wisuda 55 Lulusan di Sanur, Serapan Kerja Hampir 98 Persen · Pariwisata ·
- BSU Rp900 Ribu Dibayarkan Sekaligus, Dijadwalkan Cair November–Desember 2026 tetapi Anggaran Masih Diproses · Ekonomi Bali ·
- Minyak Nilam Aceh Masuk Sistem Resi Gudang, Gubernur Minta Hilirisasi Dipercepat · Ekonomi Bali ·
- Insentif Dapur MBG Turun dari Rp6 Juta ke Rp2.000 per Penerima, Mitra Protes · Ekonomi Bali ·
- Gerindra dan Golkar DPRD Karangasem Soroti Penyertaan Modal BPD Bali dan Defisit APBD 2027 · Pemerintahan ·