Kepuasan terhadap Trump Tinggal 31 Persen di Tengah Harga Energi Melonjak; Dampak ke Pariwisata Bali Belum Terukur
Survei Reuters/Ipsos yang ditutup 19 Oktober 2026 mencatat hanya 31 persen warga AS puas dengan kinerja Presiden Donald Trump, di tengah lonjakan harga bahan bakar dan jelang pemilu sela 3 November. Bahan tidak memuat data wisatawan AS ke Bali, sehingga dampaknya bagi pariwisata Bali baru bisa dibahas sebagai tafsir redaksi.

DENPASAR, KULKUL — Tingkat kepuasan warga Amerika Serikat terhadap Presiden Donald Trump merosot ke angka 31 persen dalam survei Reuters/Ipsos. Jajak pendapat itu ditutup pada 19 Oktober 2026 dan melibatkan 1.679 orang dewasa, termasuk 1.279 pemilih terdaftar [9][1].
Sekitar 68 persen responden tidak menyetujui cara Trump menangani perekonomian [1]. Survei Quinnipiac pada Juli lalu sudah mencatat angka kepuasan 32 persen, sehingga posisi Trump nyaris tidak bergerak dari titik rendah tersebut [1].
Pada pertanyaan generic ballot, 47 persen pemilih terdaftar memilih Demokrat dan 35 persen memilih Republik [9]. Sekitar 50 persen perempuan yang disurvei menyatakan akan memilih Demokrat [9].
Tekanan harga menjadi latar utama. Harga minyak mentah dunia melonjak di atas 100 dolar AS per barel dari sebelumnya di bawah 73 dolar, sementara bensin di AS naik menjadi 4,3 dolar per galon dari sebelumnya di bawah 3 dolar [1]. Pada pertengahan Oktober, rata-rata harga bensin tercatat 4,32 dolar per galon, dan 83 persen responden jajak pendapat Guardian-Harris menyebut harga bensin memengaruhi keuangan mereka [7].
Inflasi AS mencapai 4,2 persen pada Mei 2026 dan tidak turun di bawah 3,4 persen sejak saat itu [7]. Padahal Trump memenangi pemilihan 2024 dengan janji menurunkan inflasi, dan pada awal masa jabatan keduanya angka tersebut berada di 3 persen [7]. Harga diesel di AS bahkan menyentuh 5,90 dolar per galon, tertinggi sepanjang sejarah [5].
Kenaikan harga energi bermula dari perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Konflik itu membuat Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima ekspor energi dunia [3]. Trump berulang kali menyatakan perang akan segera berakhir, padahal konflik sudah berjalan hampir delapan bulan [10]. Ia juga memprediksi perang itu usai setelah pemilu sela [6]. Dalam survei Quinnipiac, lebih dari 60 persen responden tidak menyetujui konflik dengan Iran [1].
Sebagai jalan keluar, Trump pada 9 Oktober mengumumkan Rusia akan memasok lebih dari 300.000 metrik ton solar ke pasar AS dan global [3]. Kapal tanker Agioi Fanendes berbendera Malta memuat 40.000 ton solar di Pelabuhan Primorsk pada 22 Oktober dan dijadwalkan tiba di New York pada 7 November [11][4]. Itu akan menjadi produk minyak Rusia pertama yang masuk ke AS sejak larangan impor era Presiden Joe Biden pada 2022 [4].
Volume tersebut kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan AS. Kargo 40.000 ton setara sekitar 300.000 barel, atau kira-kira 7 persen dari konsumsi solar AS yang berkisar 4 juta barel per hari [2]. Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menyatakan tiga kapal tanker sudah dalam perjalanan ke Amerika Utara [5]. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam kebijakan ini sebagai "keputusan lemah dari mitra yang kuat" [2].
Di sisi politik, pemilu sela 3 November akan menentukan 435 kursi DPR dan 35 kursi Senat [8]. Polymarket menaksir peluang Demokrat menguasai kedua kamar Kongres sebesar 63 persen [8]. Dalam kampanye di Kentucky, Trump berjanji setiap orang dewasa Amerika akan menerima 5.000 dolar jika Republik memenangi DPR dan Senat, dengan biaya lebih dari 1 triliun dolar, sementara defisit anggaran tahunan sudah mendekati 1,8 triliun dolar [10].
Kekhawatiran juga muncul soal jalannya pemungutan suara. Sekelompok kecil pejabat keamanan nasional AS menyarankan pemerintah negara bagian dan anggota Kongres bersiap menghadapi kemungkinan intervensi pemerintahan Trump pada pemilu sela [6]. Juru bicara Gedung Putih Lauren Bis membantah kekhawatiran itu dan menyalahkan Demokrat karena tidak mendukung aturan pemilu yang lebih ketat [6]. Pejabat lokal di sejumlah negara bagian bahkan mulai menggelar simulasi respons bila agen federal muncul di tempat pemungutan suara [6].
Pasar keuangan turut memperhitungkan hasil pemilu. CME FedWatch menempatkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember di dekat 88 persen [8]. ING memperkirakan imbal hasil Treasury 10 tahun bisa bertahan di kisaran 5,25–5,5 persen bila terjadi kebuntuan politik [8]. Pendanaan sementara pemerintah federal berakhir pada 11 Desember, sedangkan Kongres baru mulai bertugas pada 3 Januari 2027 [8].
Trump sendiri membela diri. "Saya mengambil keputusan yang tepat bagi rakyat Amerika. Selalu utamakan Amerika," kata Trump [1].
Analisis redaksi
Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.
Bahan yang tersedia tidak memuat data kunjungan wisatawan AS ke Bali, sehingga hubungan antara survei ini dan pariwisata Bali tidak dapat dibuktikan dari fakta di atas. Yang tercatat adalah tekanan biaya hidup di AS: bensin 4,32 dolar per galon dan inflasi yang bertahan di atas 3,4 persen sejak Mei [7]. Kondisi demikian berpotensi menekan daya beli rumah tangga Amerika dan dapat memengaruhi keputusan mereka soal perjalanan jauh. Ini tafsir redaksi, bukan temuan.
Ketidakpastian pasca-pemilu, seperti batas pendanaan sementara pemerintah federal pada 11 Desember dan pergantian Kongres pada 3 Januari 2027 [8], patut dipantau oleh pengelola destinasi. Pertanyaan yang layak diajukan kepada otoritas pariwisata Bali: berapa porsi wisatawan AS dalam kunjungan, dan seberapa jauh pelaku usaha bergantung pada pasar itu.
Sumber
- Kompas.id, “Tingkat Kepuasan terhadap Trump Anjlok ke Rekor Terendah” — kompas.id
- Kompas.tv, “Kapal Tanker Pertama Pengangkut Solar Rusia Berlayar ke AS, Ukraina Protes” — kompas.tv
- Warta Ekonomi, “Trump Minta Pasokan Diesel Rusia, Zelensky Protes” — wartaekonomi.co.id
- CNBC Indonesia, “Deal! Putin-Trump Sudah Sepakat, Solar Rusia Resmi Masuk AS” — cnbcindonesia.com
- MetroTVNews.com, “Tiga Kapal Tanker Diesel Rusia Berlayar ke AS, Pengiriman Pertama Sejak 2023” — metrotvnews.com
- Media Indonesia, “Pejabat Keamanan AS Peringatkan Negara Bagian, Ada Intervensi Trump di Pemilu” — mediaindonesia.com
- The Guardian, “‘We don’t have inflation’? Five charts show the US economic reality of Trump’s second term so far” — theguardian.com
- FXStreet, “Apa Arti 3 November bagi The Fed dan Jalur Suku Bunga Dolar AS” — fxstreet-id.com
- CNBC Indonesia, “Tanda "Good Bye" Presiden Trump Menguat: Survei Hancur-Tinggal 31%” — cnbcindonesia.com
- https://www.rakyatpos.id/, “Saat kampanye paruh waktu di Kentucky, Trump mengatakan dia "bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dipercaya"” — rakyatpos.id
- detikFinance, “Trump & Putin Deal, Solar Rusia Langsung Dikirim ke AS” — finance.detik.com
Topik: Donald Trump, The Fed, AS, Amerika Serikat, Rusia, Ukraina
Baca juga
Pemerintahan
Obama Kaitkan Perang Iran dengan Kenaikan Harga, Trump Pertimbangkan Serangan BaruPemerintahan
Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun Seusai Operasi Jantung di MoskowEkonomi Bali
Pemerintah Kaji PLTN di Batam dan Halmahera, Impor BBM Dipusatkan di LemigasEkonomi Bali
Brent Tembus US$113 Akibat Serangan Houthi ke Saudi; Biaya Operasional Wisata Bali Berpotensi Naik