Demo BEM UI di Bundaran HI: Lima Tuntutan dan Pengamanan Massal
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa dan elemen sipil menggelar aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSadar di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Aksi ini menyuarakan lima tuntutan utama yang mencakup penetapan status bencana nasional untuk karhutla, penataan anggaran negara, penurunan biaya pendidikan, reformasi hukum, serta perlindungan kebebasan berpendapat. Pemerintah dan kepolisian menyiapkan pengamanan ketat serta rekayasa lalu lintas di kawasan pusat kota untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

DENPASAR, KULKUL — Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) dan elemen masyarakat sipil lainnya melakukan unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, menjelaskan bahwa tuntutan ini merupakan kelanjutan dari aspirasi yang sebelumnya digaungkan pada 20 Oktober 2026, namun kembali digulirkan dengan dukungan lebih luas yang melibatkan buruh, petani, dan berbagai kelompok masyarakat sipil [6].
Pihak kepolisian menyiagakan 14.324 personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait untuk mengamankan unjuk rasa di Jakarta Pusat pada hari tersebut [5].
Massa aksi yang terdiri dari mahasiswa, petani, guru, dan masyarakat sipil lainnya menghadapi hambatan dalam perjalanan menuju lokasi, dengan sebagian tertahan dan ada yang dilaporkan tertangkap oleh kepolisian [2]. Ketua BEM UI 2026, Yatalathof Ma'shum Imawan, menyatakan bahwa pihaknya mulai melakukan advokasi hukum bagi masyarakat yang tertangkap [2]. Meskipun demikian, massa tetap berhasil memadati Bundaran HI dan melakukan orasi serta berjalan mengelilingi Patung Selamat Datang [1].
Ia mengimbau agar aksi tetap dilaksanakan dengan tertib, menjaga hak-hak asasi masyarakat lain, dan tidak mudah terprovokasi [3]. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan juga menyatakan bahwa pemerintah menghormati dan menghargai penyampaian aspirasi oleh mahasiswa sebagai bagian dari upaya merawat demokrasi [4].
Analisis redaksi
Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.
Aksi demonstrasi yang berlangsung di Bundaran HI pada 28 Oktober 2026 menunjukkan adanya konsolidasi kekuatan antara mahasiswa dan elemen masyarakat sipil lainnya dalam menyuarakan aspirasi politik dan sosial [6]. Lima tuntutan yang dibawa, mulai dari isu lingkungan hingga ekonomi, mencerminkan kepedulian publik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap belum berpihak pada rakyat .
Pemerintah dan kepolisian merespons aksi ini dengan menyiapkan pengamanan massal dan rekayasa lalu lintas, namun juga membuka ruang untuk dialog [5]. Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo menyatakan siap menampung aspirasi, yang dapat diartikan sebagai upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas sekaligus menunjukkan keterbukaan terhadap kritik . Namun, adanya laporan massa yang tertahan dan tertangkap selama perjalanan menuju lokasi aksi menyoroti tantangan dalam pelaksanaan kebebasan berpendapat di ruang publik [2]. Isu ini patut dicermati sebagai bagian dari dinamika demokrasi Indonesia di mana hak berpendapat harus seimbang dengan ketertiban umum.
Sumber
- Kompas.com, “Massa Mahasiswa Demo Sambil Keliling Bundaran HI, "Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan"” — megapolitan.kompas.com
- Kompas.com, “Sebagian Massa Belum Mencapai Bundaran HI, Ketua BEM UI: Ada yang Ketahan, Ada yang Ditangkap” — megapolitan.kompas.com
- Kumparan.com, “KSP Listyo Imbau Massa Penyampaian Aspirasi Tidak Terprovokasi dan Anarkis” — kumparan.com
- Kompas.id, “Hormati Aksi Mahasiswa, Pemerintah Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga Pendidikan” — kompas.id
- Okezone, “14 Ribu Petugas Gabungan Amankan Demo 28 Oktober di DPR dan Bundaran HI” — news.okezone.com
- kontan.co.id, “Demo BEM UI di Bundaran HI 28 Oktober, Buruh & Petani Ikut Terlibat, Ini 5 Tuntutan” — nasional.kontan.co.id
Topik: BEM UI, Bundaran HI, Jakarta
Baca juga
Pemerintahan
Rampungkan DIM RUU Adminduk, NIK Jadi Identitas Tunggal dengan Fokus Integrasi DataPemerintahan
Gibran Tinjau Kilang Cilacap dan Diskusi Solar Nelayan di Jawa TengahPemerintahan
Kepuasan terhadap Trump Tinggal 31 Persen di Tengah Harga Energi Melonjak; Dampak ke Pariwisata Bali Belum TerukurPemerintahan
Obama Kaitkan Perang Iran dengan Kenaikan Harga, Trump Pertimbangkan Serangan Baru