Danantara Mulai Beli Saham di Pasar Modal Lewat Mitra Investasi, Bukan Pilih Langsung
Badan Pengelola Investasi Danantara mulai membeli saham di pasar modal Indonesia dalam dua hari terakhir, terutama saham BUMN. Pembelian tidak dilakukan lewat pemilihan saham sendiri, tetapi melalui mitra investasi dalam dan luar negeri yang ditunjuk setelah penilaian ketat. Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyebut pembelian akan berlanjut selama harga menarik.

DENPASAR, KULKUL — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) sudah mulai membeli saham di pasar modal Indonesia sejak dua hari terakhir, dengan porsi terbesar pada saham perusahaan milik negara [2]. Pembelian itu tidak dilakukan lewat pemilihan saham satu per satu oleh Danantara sendiri [1].
Danantara menggandeng mitra investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, yang bertugas menentukan saham apa saja yang dibeli [1]. Pola ini membedakan Danantara dari investor institusi yang memilih langsung setiap emiten di portofolionya.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menegaskan bahwa pembelian sudah berjalan. "Per kemarin, hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada, menurut kami efektif, dan kita akan terus selama harganya menarik, memiliki prospek yang baik," kata Pandu Patria Sjahrir [2].
Keputusan membeli, menurut Pandu, bertumpu pada fundamental perusahaan dan potensi imbal hasil yang dinilai menarik dibandingkan risikonya [2]. Ia juga menyatakan bahwa jumlah pembelian akan bertambah mengikuti kondisi pasar [3].
Soal arah strategi, Pandu menekankan orientasi pada keuntungan. "Kami selalu profit oriented. Kami melihat sekarang dari sisi risk-reward menarik. Kami juga sudah mulai masuk di pasar modal, dan tentunya itu akan bertambah terus," ujar Pandu Patria Sjahrir [2].
Pandu turut menyoroti isu penyedia indeks global MSCI. Ia meminta agar kondisi perusahaan, terutama BUMN, dilihat berdasarkan fundamental masing-masing [2]. Ia juga memastikan bahwa saham BUMN memiliki fundamental yang baik [3].
Ada tiga pertimbangan utama: kinerja historis, kualitas tim investasi, dan mekanisme pengambilan keputusan [1].
Di antara ketiganya, hasil investasi pada periode sebelumnya mendapat bobot paling besar [1]. Mitra yang digandeng, menurut keterangan yang dihimpun, telah melalui proses uji tuntas atau due diligence sebelum dilibatkan [3].
Danantara membuka ruang kerja sama dengan mitra investasi asing maupun lokal dari sektor swasta. Meski begitu, identitas perusahaan yang ditunjuk tidak diungkapkan [1].
Pahala juga menyampaikan gambaran soal besaran dana. Dana yang kini ditempatkan, katanya, nyaris menyamai jumlah yang pernah ditempatkan pada tahap sebelumnya [3].
Dalam keterangan yang sama, Danantara disebut telah menutup restrukturisasi untuk 290 BUMN [1].
Analisis redaksi
Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.
Skema yang dipilih Danantara, yakni menyerahkan seleksi saham kepada mitra, dapat dibaca sebagai upaya memisahkan keputusan investasi dari kepentingan korporasi negara. Bobot terbesar pada kinerja historis mitra [1] menunjukkan bahwa tolok ukur utamanya adalah hasil, bukan sekadar reputasi. Namun, karena identitas mitra tidak dibuka [1], publik belum dapat menilai sendiri rekam jejak yang dijadikan dasar penunjukan. Hal ini patut dicermati, terutama bagi pelaku pasar yang ingin memahami siapa yang sesungguhnya memegang kendali atas pilihan saham.
Pembelian yang terutama menyasar saham BUMN [2] berjalan seiring dengan penegasan Pandu bahwa fundamental perusahaan negara baik [3] dan dengan rujukannya pada isu penyedia indeks global MSCI [2]. Kombinasi itu berpotensi menimbulkan pertanyaan tentang seberapa jauh keputusan mitra benar-benar independen dari preferensi pemilik dana. Selain itu, pernyataan bahwa dana yang dikerahkan hampir sama dengan sebelumnya dan masih akan ditambah dengan jumlah setara [1][3] dapat memengaruhi likuiditas pasar, meski besaran dan waktunya belum dirinci dalam bahan yang ada.
Sumber
- detikFinance, “Danantara Tak Beli Saham Langsung, Begini Caranya” — finance.detik.com
- ANTARA News Bali, “Dalam dua hari Danantara beli saham utamanya BUMN” — bali.antaranews.com
- Kumparan.com, “Pandu Sjahrir: Danantara Sudah Mulai Beli Saham Lagi, Bakal Terus Bertambah” — kumparan.com
Baca juga
Ekonomi Bali
IHSG Ambruk 11,57% Usul MSCI, Danantara Siap Manfaatkan PeluangEkonomi Bali
IHSG Anjlok ke Level Terendah Enam Tahun; Bahan Belum Memuat Dampak ke Investasi Pariwisata BaliPemerintahan
MSCI Minta Pasar Modal RI Bersihkan Pelaku Merusak, OJK Tegaskan ReformasiEkonomi Bali
Tiga Klaim Bantuan Pemerintah di Facebook Dinyatakan Hoaks, Satu Memakai Video Rekayasa AI