Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

IHSG Anjlok ke Level Terendah Enam Tahun; Bahan Belum Memuat Dampak ke Investasi Pariwisata Bali

Indeks saham acuan Indonesia merosot lebih dari 5% pada Senin ke posisi terendah dalam enam tahun akibat kekhawatiran penurunan status oleh MSCI. Danantara menyiapkan $5 miliar untuk bisnis dalam negeri dalam enam hingga sembilan bulan ke depan. Bahan yang tersedia belum memuat data langsung soal investasi pariwisata Bali; hubungannya baru bisa ditafsirkan secara hati-hati dalam analisis.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 3 menit baca
Tampilan mendetail dari uang kertas 5 dan 20 euro yang memperlihatkan desain mata uang Eropa.
Ilustrasi · Foto: Lukasz Radziejewski / Pexels

DENPASAR, KULKUL — Indeks saham acuan Indonesia terjun lebih dari 5% pada Senin dan menyentuh posisi terendah sejak awal Oktober 2020, saat investor mencemaskan kemungkinan penurunan status oleh MSCI [1]. Indeks yang dimaksud adalah Jakarta Composite Index, atau IHSG [1].

MSCI, penyedia indeks yang menjadi rujukan dana investasi global, mengusulkan agar Indonesia langsung dipindahkan dari kategori pasar berkembang ke status berdiri sendiri [1]. Keputusan akhir diharapkan keluar pada Juni [1]. Indonesia masih punya waktu hingga April 2027 untuk menjalankan reformasi yang berkaitan dengan status indeks tersebut [2].

Usulan itu sudah menekan pasar sebelum hari Senin. Menurut catatan Fortune, indeks Jakarta turun 11,6% setelah usulan MSCI muncul, sementara saham-saham konsumen merosot lebih dari 20% akibat pergeseran persepsi pasar [2]. Sepanjang tahun ini hingga Jumat, indeks MSCI Indonesia telah terpangkas 47% dan investor asing menarik bersih $5,1 miliar dari ekuitas Indonesia [1].

Goldman Sachs mengingatkan, jika Indonesia dikeluarkan sepenuhnya dari indeks pasar berkembang MSCI, dana pasif sekitar $5,6 miliar dapat keluar [1]. Jumlah itu setara 18 hari volume perdagangan harian rata-rata konstituen Indeks Pasar Investasi MSCI Indonesia [1]. Tambahan $2,7 miliar dapat ikut terancam bila FTSE Russell mengambil langkah serupa [1]. Dana aktif yang mengacu pada indeks MSCI dan FTSE menggenggam lebih dari $8 miliar saham Indonesia [1].

Strategis Goldman Sachs, Alvin So, menilai ruang pemulihan masih terbatas. "Valuasi telah menyusut signifikan, tetapi tetap di atas lembah historis; risiko indeks, laba, dan makro membatasi re-rating," kata Alvin So [1].

Di sisi lain, Danantara, lembaga pengelola investasi milik negara, menyatakan akan menanamkan $5 miliar ke bisnis Indonesia dalam enam hingga sembilan bulan mendatang [2]. Sayap manajemen asetnya mengawasi lebih dari 1.000 perusahaan milik negara [2]. Chief investment officer Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan arah kebijakannya. "Kami mendorong tim kami untuk fokus pada fundamental bisnis Indonesia karena mereka tumbuh secara sehat," kata Pandu Sjahrir [2].

Pandu juga menjelaskan pendekatan lembaganya. "Idenya adalah menciptakan nilai ekonomi, dan belum tentu nilai komersial terlebih dahulu," kata Pandu Sjahrir [2]. Ia menambahkan, "Jika kita bisa mendapatkan perlindungan downside yang baik, kita dibayar untuk belajar," kata Pandu Sjahrir [2].

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Bahan yang tersedia tidak memuat data langsung tentang investasi pariwisata Bali, sehingga hubungan keduanya baru dapat ditafsirkan secara hati-hati. Salah satu pintu masuknya ada pada saham konsumen yang turun lebih dari 20% [2]. Penurunan itu menunjukkan persepsi pasar terhadap sektor yang bergantung pada belanja masyarakat sedang melemah, dan kondisi serupa berpotensi memengaruhi selera investor terhadap proyek berbasis konsumsi. Penarikan bersih dana asing $5,1 miliar dari ekuitas Indonesia [1] juga dapat mempersempit ruang pembiayaan di pasar modal.

Di sisi lain, rencana Danantara menanam $5 miliar dalam enam hingga sembilan bulan [2] dapat menjadi penyangga, meski bahan tidak menyebut sektor mana yang akan disasar. Yang patut dicermati bagi pelaku usaha di Bali adalah apakah gejolak pasar modal akan menular pada kehati-hatian pemodal. Keputusan MSCI yang baru diharapkan Juni [1] dan tenggat reformasi April 2027 [2] berarti ketidakpastian ini berpotensi berlangsung berbulan-bulan.

Sumber

  1. CNBC, “Indonesian stocks plunge to six-year low as MSCI downgrade fears mount” — cnbc.com
  2. Fortune, “Indonesia's $5 billion bet on its own stock market” — fortune.com

Topik: MSCI, Indonesia

Baca juga

IHSG Anjlok ke Level Terendah Enam Tahun; Bahan Belum