Tiga Klaim Bantuan Pemerintah di Facebook Dinyatakan Hoaks, Satu Memakai Video Rekayasa AI
Tiga unggahan di media sosial yang mengatasnamakan bantuan pemerintah, mulai dari perabotan rumah, pemulihan korban penipuan online, hingga bantuan tunai Rp5,4 juta, dinyatakan tidak benar oleh pemeriksa fakta dan kepolisian. Penelusuran terbaru dilakukan pada 26 Oktober 2026, sementara salah satu unggahan sudah beredar sejak Februari 2026. Tidak satu pun ditemukan dasar resminya.

DENPASAR, KULKUL — Tiga unggahan yang mengatasnamakan bantuan pemerintah di media sosial dinyatakan sebagai informasi palsu berdasarkan penelusuran pemeriksa fakta dan kepolisian. Ketiganya menjanjikan bantuan dalam bentuk berbeda: perabotan rumah, pemulihan bagi korban penipuan online, dan uang tunai Rp5,4 juta. Tidak ada program resmi yang membenarkan klaim-klaim tersebut.
Pada klaim bantuan perabotan rumah, video yang beredar di Facebook sudah dinyatakan hoaks oleh Turn Back Hoax Indonesia [1]. Pemeriksaan melalui Hive Moderation menunjukkan video itu hasil rekayasa kecerdasan buatan dengan probabilitas 99,9 persen [1]. Selain itu, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan adanya program bantuan perabotan rumah dari pemerintah [1].
Akun yang menyebarkan video tersebut juga bukan kanal resmi. Akun itu bernama Kementerian Sosial RI, sedangkan akun resmi Kementerian Sosial memiliki identitas yang berbeda [1].
Klaim kedua menyangkut bantuan pemulihan bagi korban penipuan online. Penelusuran memakai Google Lens mengarahkan foto itu ke berita di kemenkeu.go.id yang tayang Senin, 20 Oktober 2025 [2].
Berita asli tersebut ternyata tidak berkaitan dengan bantuan korban penipuan. Foto itu memperlihatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menerima uang pengganti kerugian negara senilai Rp13,255 triliun dari Kejaksaan Agung dalam perkara korupsi CPO [2].
Klaim ketiga adalah bantuan sosial tunai dan nontunai Rp5,4 juta yang disebut berasal dari Kemensos. Tim Pemeriksa Fakta Mafindo menelusuri klaim itu lewat situs resmi kemensos.go.id pada 26 Oktober 2026 [3]. Pencarian dengan kata kunci 'bantuan sosial uang Rp5.400.000' tidak menghasilkan pengumuman resmi yang mendukung program tersebut [3].
Karena tidak ada bukti resmi, unggahan yang mengatasnamakan Kemensos itu digolongkan sebagai konten palsu [3]. Penelusuran dilakukan sehari sebelum naskah ini ditulis, sehingga klaim tersebut masih tergolong baru beredar.
Analisis redaksi
Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.
Ketiga kasus memperlihatkan pola yang dapat dikenali: identitas yang menyerupai lembaga pemerintah, materi visual yang dipinjam atau direkayasa, dan janji bantuan yang tidak pernah diumumkan lewat kanal resmi. Akun bernama Kementerian Sosial RI [1] dan foto yang dicomot dari berita lain [2] sama-sama berupaya memberi kesan kredibel, padahal asal-usulnya tidak sesuai dengan klaim. Penelusuran di situs resmi kementerian [3] menjadi contoh langkah verifikasi sederhana yang dapat ditempuh siapa saja.
Yang patut dicermati, klaim bantuan bagi korban penipuan online [2] berpotensi menyasar orang yang sedang rentan, sehingga mereka dapat lebih mudah percaya pada tawaran pemulihan. Pemakaian video buatan AI dengan tingkat kemiripan yang diukur alat deteksi hingga 99,9 persen [1] juga menjadi pertanyaan tersendiri tentang seberapa siap masyarakat membedakan konten asli dan sintetis. Sebelum membagikan atau merespons tawaran semacam ini, pengecekan ke situs resmi lembaga terkait tampaknya tetap menjadi langkah paling aman.
Sumber
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, “[HOAKS] Program Bantuan Perabotan Rumah dari Pemerintah” — jatengprov.go.id
- Tribratanews Polda Jabar, “KLARIFIKASI HOAX - FABRICATED CONTENT [PENIPUAN] Pendaftaran Bantuan Pemulihan untuk Korban Penipuan Online” — tribratanews.jabar.polri.go.id
- RRI.co.id, “Hoaks: Bantuan Sosial Tunai dan Nontunai Rp5,4 Juta dari Kemensos” — rri.co.id
Baca juga
Ekonomi Bali
Danantara Mulai Beli Saham di Pasar Modal Lewat Mitra Investasi, Bukan Pilih LangsungEkonomi Bali
Magang Nasional Batch 3 Angkatan II Dibuka, Pendaftaran Peserta Hingga 4 NovemberEkonomi Bali
BRI Region 17 dan Pegadaian Kanwil VII Denpasar Jajaki Sinergi Bisnis di BaliEkonomi Bali
Pemerintah Kaji PLTN di Batam dan Halmahera, Impor BBM Dipusatkan di Lemigas