PACK Siapkan Rights Issue hingga Rp 8,19 Triliun dan Rencana Akuisisi Tambang Nikel Bumanik
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) merencanakan rights issue maksimal Rp 8,19 triliun untuk pelunasan pinjaman, pembelian saham Denway Development Limited, dan modal kerja. PACK juga berencana mengakuisisi tambang nikel Bumanik di Morowali senilai US$ 79 juta. Bahan yang ada tidak menyebut kaitan dengan Bali maupun pasokan bahan baku industri nikel. Kedua rencana akan dimintakan persetujuan RUPSLB pada 30 November 2026.

DENPASAR, KULKUL — PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menyiapkan penambahan modal lewat hak memesan efek terlebih dahulu dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 8,19 triliun. Perseroan akan menerbitkan paling banyak 100 miliar saham baru [1][2].
Rencana tersebut tercantum dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia yang dikutip pada Jumat (23/10/2026) [2]. Persetujuan pemegang saham akan diminta dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 30 November 2026 [1][2].
PT Eco Energi Perkasa, pengendali PACK, akan bertindak sebagai pembeli siaga dengan nilai maksimum Rp 7,39 triliun [1].
Dana yang terkumpul direncanakan untuk tiga keperluan: melunasi pinjaman, membeli saham Denway Development Limited (DDL), dan menambah modal kerja perseroan beserta entitas anaknya [2].
Terpisah, PACK berencana membeli seluruh saham PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) senilai US$ 79 juta [3]. Pembelian akan dilakukan melalui dua anak usaha, yaitu PT Gemilang Padma Raya dan PT Daya Unggul Raya [3].
Dengan kurs Rp 17.703 per dolar AS pada 31 Agustus 2026, nilai transaksi itu setara Rp 1,398 triliun [3]. Angka tersebut setara 26,40% ekuitas konsolidasi PACK pada tanggal yang sama [3].
Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto & Rekan menaksir nilai pasar saham Bumanik sebesar Rp 1,439 triliun [3]. Wilayah konsesi perusahaan itu seluas 4.778 hektare dan terletak di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah [3]. Rencana akuisisi ini juga akan diajukan ke RUPSLB pada 30 November 2026 [3].
Analisis redaksi
Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.
Rencana ini menunjukkan PACK bergerak ke hulu pertambangan nikel: konsesi Bumanik di Morowali akan masuk ke grup bila akuisisi disetujui [3]. Skala penggalangan dana yang jauh melampaui harga akuisisi Bumanik, yakni Rp 8,19 triliun berbanding Rp 1,398 triliun, menunjukkan dana itu tidak hanya untuk satu transaksi, melainkan juga untuk pelunasan pinjaman, pembelian saham DDL, dan modal kerja [1][2][3]. Komitmen pengendali sebagai pembeli siaga hingga Rp 7,39 triliun dapat menjadi penopang pelaksanaan rencana ini [1].
Bahan yang tersedia tidak menyebut Bali, tidak pula menjelaskan ke mana hasil tambang Bumanik akan dipasok. Karena itu, kaitan akuisisi ini dengan pasokan bahan baku bagi industri nikel, sebagaimana sudut penugasan, belum dapat dipastikan. Rencana ini lebih patut dibaca sebagai peristiwa pasar modal di tingkat nasional. Pertanyaan yang tersisa: apakah RUPSLB 30 November 2026 menyetujui kedua rencana, dan bagaimana struktur pendanaannya dirinci kemudian [2][3].
Sumber
- investor.id, “Emiten terkait Haji Isam Mau Rights Issue Rp 8,19 T, Caplok Perusahaan Gede-gedean” — investor.id
- CNBC Indonesia, “Emiten Haji Isam (PACK) Rights Issue Jumbo, Dananya Buat Akuisisi Ini” — cnbcindonesia.com
- kontan.co.id, “Abadi Nusantara (PACK) Berencana Akuisisi Tambang Nikel Bumanik, Nilai Rp 1,4 Triliun” — investasi.kontan.co.id
Topik: PACK, Abadi Nusantara, Tambang Nikel Bumanik
Baca juga
Ekonomi Bali
Distribusi BBM Bali Berangsur Pulih, Soal Harga Eceran Masih Menunggu BuktiEkonomi Bali
Kewajiban Sertifikasi Halal bagi Usaha Mikro dan Kecil Ditunda hingga 17 Oktober 2028Ekonomi Bali
Airlangga: Anggaran Rekening Gratis Rp 1,28 Triliun, Tak Ada Rencana HP GratisEkonomi Bali
HPS Investment Partners Siapkan S$555 Juta untuk Bisnis Limbah TBS Energi