Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

Airlangga: Anggaran Rekening Gratis Rp 1,28 Triliun, Tak Ada Rencana HP Gratis

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (22/10/2026), menyebut anggaran program Satu Orang Satu Rekening sebesar Rp 1,28 triliun dengan sasaran sekitar 25 juta warga, turun dari rencana awal sekitar Rp 3,8 triliun. Pada hari yang sama ia menegaskan pemerintah tidak berencana membagikan telepon seluler gratis, berbeda dari uraian Hashim Djojohadikusumo sebelumnya. Program ini diklaim menaikkan inklusi keuangan dari 93 persen ke mendekati 99 persen.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 4 menit baca
Uang kertas lima dan sepuluh pound Inggris close-up dengan latar belakang kabur.
Ilustrasi · Foto: Clément Proust / Pexels

DENPASAR, KULKUL — Pemerintah pusat mengalokasikan Rp 1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan angka itu pada Kamis (22/10/2026) [1].

Tujuannya mengerek inklusi keuangan dari 93 persen menjadi mendekati 99 persen [1].

"Dengan program Satu Orang Satu Rekening ini, inklusivitas keuangan kita mendekati 99 persen. Jadi naik dari 93 persen menjadi 99 persen," kata Airlangga [1].

Angka Rp 1,28 triliun jauh lebih kecil daripada rencana awal. Pemerintah semula menargetkan Rp3,8 triliun untuk pembukaan rekening gratis bagi warga yang genap berusia 17 tahun, sehingga anggaran menyusut 66,32 persen [4].

Airlangga mengaitkan penurunan itu dengan penyisiran dan pemadanan data calon penerima. Pemerintah mengecek ulang warga yang sudah berusia 17 tahun ke atas, masuk desil 1-4, dan belum punya rekening [5].

"Ya, kita karena jumlahnya kan kita lihat dari yang umur 17 dan yang belum punya rekening. Kita crossing data-nya (cek lagi) dicoklit (pencocokan dan penelitian)," ujar Airlangga [5].

Pada September lalu, pemerintah menyebut sekitar 74 juta warga belum memiliki rekening bank [5]. Jumlah itu kini menyusut menjadi 25 juta setelah data dipadankan [4].

Data calon penerima disiapkan Bank Rakyat Indonesia dan Bank Syariah. Basisnya Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional milik Badan Pusat Statistik, ditambah data Lembaga Penjamin Simpanan [1]. Pemerintah menyiapkan setoran awal Rp50.000 untuk tiap rekening baru [1].

Di hari yang sama, Airlangga membantah adanya rencana membagikan telepon seluler gratis. Pernyataan itu menanggapi Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, yang sebelumnya menyebut ponsel gratis untuk mendukung penyaluran bantuan sosial [2].

"Kalau saya sudah bicara Pak Hashim, enggak bicara begitu, maksudnya bukan itu," kata Airlangga [2].

Menurut Hashim, ponsel itu akan dilengkapi rekening bersaldo awal Rp50 ribu. BRI dan BSI disebut sebagai dua bank penyedia rekening gratis tersebut [2].

"Setiap warga negara akan diberikan ponsel yang dilengkapi rekening digital. Seluruh dana akan tersedia di sana dan dikirimkan ke rekening masing-masing," kata Hashim [2].

Hashim juga merujuk data Bank Dunia: 30 persen penduduk Indonesia disebut belum punya rekening bank [2]. Angka itu berbeda dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2026, yang mencatat inklusi keuangan 93,61 persen dan literasi keuangan 69,57 persen [3].

Rekening yang dibuat akan dipakai menyalurkan stimulus ekonomi Rp31 triliun [3]. Di dalamnya ada bantuan beras Rp17,55 triliun untuk 33,24 juta keluarga dan bantuan subsidi upah Rp300.000 per bulan bagi 13,3 juta pekerja [3]. Penyaluran lewat rekening yang sama direncanakan mulai kuartal IV 2026 [1].

Airlangga menekankan program ini tidak berhenti pada pembukaan rekening. "Nah, ini kami akan dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening," ujarnya [1].

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut gagasan ini lahir dari evaluasi Presiden Prabowo Subianto atas besarnya perputaran uang warga yang belum tercatat di perbankan formal [3]. "Intinya, waktu rapat di Istana, ya, Bapak Presiden menyampaikan bahwa PDRB kita itu sebetulnya lebih dari yang ada," kata Tito [3].

Program Rekening Pelajar yang berjalan lebih dulu diikuti 59,18 juta pelajar dengan total tabungan Rp27 triliun [1].

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Bagi Bali, yang perekonomiannya bertumpu pada pariwisata, pernyataan tentang inklusi keuangan patut dicermati. Bahan tidak memuat data per provinsi, sehingga belum diketahui berapa warga Bali yang masuk sasaran 25 juta penerima. Namun jika pekerja pariwisata dan pelaku usaha kecil di desil 1-4 memiliki rekening, bantuan seperti subsidi upah Rp300.000 per bulan berpotensi lebih mudah disalurkan [3]. Setoran awal Rp50.000 [1] tergolong kecil, sehingga manfaat jangka panjangnya bergantung pada apakah rekening itu dipakai untuk transaksi atau tabungan, hal yang oleh Airlangga disebut sebagai sasaran penyaluran bantuan dan kegiatan produktif [1].

Ada pula pertanyaan soal konsistensi angka. Sasaran awal 74 juta warga menyusut menjadi 25 juta setelah pemadanan data [5], sementara survei OJK mencatat inklusi sudah 93,61 persen [3] dan Hashim merujuk angka 30 persen penduduk belum punya rekening [2]. Perbedaan ukuran ini dapat memengaruhi cara publik menilai target mendekati 99 persen. Tito mengaitkan program dengan perputaran uang yang belum tercatat dalam sistem perbankan formal [3]; bagi daerah dengan arus tunai wisata yang besar, hal itu patut dicermati, tetapi bahan tidak menyebut Bali secara khusus. Perbedaan penjelasan antara Airlangga dan Hashim soal ponsel gratis [2] juga menjadi pertanyaan tentang kematangan rancangan penyaluran bantuan melalui rekening digital.

Sumber

  1. Kompas.com, “Airlangga Siapkan Anggaran Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening” — money.kompas.com
  2. CNN Indonesia, “Airlangga Tegaskan Tak Ada Rencana Bagi-bagi HP Gratis” — cnnindonesia.com
  3. Tirto.id, “Program Satu Orang Satu Rekening Diklaim Kerek Inklusi Keuangan” — tirto.id
  4. CNBC Indonesia, “Alasan Anggaran Rekening Gratis Turun Drastis Jadi Rp1,28 Triliun” — cnbcindonesia.com
  5. CNN Indonesia, “Airlangga Beber Alasan Anggaran Rekening Gratis Turun Jadi Rp1,28 T” — cnnindonesia.com

Topik: Airlangga

Baca juga

Airlangga: Anggaran Rekening Gratis Rp 1,28 Triliun, Tak