Penipuan Cek Menguat di AS; Bahan Tak Memuat Data Bali, Pelajaran Risikonya Dibaca sebagai Peringatan
Data federal AS menunjukkan kerugian akibat penipuan cek pada 2025 lebih besar daripada penipuan kartu debit atau kartu hadiah, padahal cek hanya 3% dari seluruh pembayaran pada 2024. Seluruh data berasal dari AS; bahan tidak memuat angka tentang Bali atau Indonesia, sehingga kaitannya dengan pelaku wisata Bali ditulis sebagai analisis redaksi.

DENPASAR, KULKUL — Kerugian akibat penipuan cek di Amerika Serikat pada 2025 melampaui kerugian akibat penipuan kartu debit maupun kartu hadiah, menurut data federal [3]. Temuan ini muncul ketika cek kertas sudah jarang dipakai: Federal Reserve mencatat porsinya hanya 3% dari seluruh pembayaran di AS pada 2024 [3].
Seruan agar masyarakat berhenti mengirim cek lewat pos juga mengemuka dalam pemberitaan media Amerika [1]. Di sisi lain, pemberitaan di sektor keuangan menyoroti perlunya lembaga keuangan mendeteksi penipuan cek lebih dini karena modusnya bergerak cepat [2].
Salah satu contoh nyata dialami Chuck Bell pada 2021. Pencuri mengubah cek pembayaran tagihan pemanasnya, lalu mencairkannya sebesar $25,000 [3].
Adam Rust, direktur layanan keuangan di Consumer Federation of America, menyebut praktik pencucian cek dengan istilah "cuci" ("wash") [3]. Ia juga mengingatkan, "Nomor rekening dan routing Anda muncul di cek." [3]
Kerentanan itu berjalan beriringan dengan perkembangan teknik penipuan digital. Analisis Entrust atas lebih dari satu miliar verifikasi pada periode September 2024 hingga September 2025 mendapati pemalsuan digital menyumbang 35% upaya penipuan dokumen [4]. Deepfake tercatat mencakup seperlima upaya penipuan biometrik, dan serangan injeksi naik 40% secara tahunan [4].
Pencegahan penipuan juga punya harga bagi nasabah. Studi benchmark Cornerstone Advisors yang disponsori Alkami mencatat bahwa pada 2025, setiap satu aplikasi cek digital yang diselesaikan diikuti 3,36 aplikasi yang ditinggalkan [4]. Hal Lonas merekomendasikan pemeriksaan dokumen lanjutan bila transaksi melampaui $10.000 atau profil nasabah berubah [4].
Soal biaya melakukan penipuan, Scott menyatakan, "In this world of AI, we've essentially made the cost of perpetrating fraud $0" [4]. Ia menambahkan, "The real customer is the one that gets stuck re-uploading the blurry photo of his or her license" [4].
Analisis redaksi
Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.
Seluruh data di atas berasal dari Amerika Serikat, dan bahan tidak memuat satu pun angka tentang Bali atau Indonesia. Karena itu, kaitannya dengan pelaku wisata Bali sebaiknya dibaca sebagai pelajaran tentang pola risiko, bukan gambaran kondisi lokal. Polanya: ketika pemakaian cek menyusut menjadi 3% dari pembayaran, cek yang tersisa dapat menjadi sasaran, sebab nomor rekening dan routing tercantum langsung di lembarannya [3]. Usaha wisata yang masih memakai cek, misalnya untuk membayar pemasok atau tagihan operasional, berpotensi menghadapi risiko serupa bila cek dikirim lewat pos [1][3].
Ada dua hal yang patut dicermati. Pertama, pengetatan verifikasi dapat menambah gesekan bagi nasabah: tingginya aplikasi digital yang ditinggalkan menunjukkan pengguna mudah menyerah ketika prosesnya berbelit [4]. Kedua, pernyataan bahwa biaya melakukan penipuan kini nyaris nol di era AI [4] menjadi pertanyaan bagi usaha yang belum beralih ke kanal pembayaran dengan lapisan pengamanan lebih kuat. Tafsir ini bersifat prospektif dan tidak menyatakan dampak sudah terjadi di Bali.
Sumber
- USA Today, “Still sending checks in the mail? It's time to stop” — usatoday.com
- www.marketscreener.com, “Check Fraud Moves Fast: How Financial Institutions Can Detect It Earlier” — marketscreener.com
- Demokratis.co.id, “Consumers Face Rising Check Fraud Risks as Paper Payments Decline” — demokratis.co.id
- The Financial Brand, “Rethink the Trade-offs Between Fraud Prevention and Account Opening Speed” — thefinancialbrand.com
Baca juga
Ekonomi Bali
Dividen Rp50,63 Triliun dan Buyback Mandiri: Kredit Bali-Nusa Tenggara Tumbuh 10,3 Persen, Dampak ke Likuiditas Bank Bali Belum TerjawabEkonomi Bali
Kapolda Jateng Jamin Keamanan Dunia Usaha, Investasi Triwulan III 2026 Rp72,54 TriliunEkonomi Bali
Harga Emas Antam Turun Rp 10.000 ke Rp 2,54 Juta, Buyback Susut Rp 30.000Ekonomi Bali
CIMB Group Bantah Rencana Privatisasi CIMB Niaga, OJK: Belum Ada Pembahasan Delisting