Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

Lapas Piru dan Empat Satuan Kerja Lain Panen Hasil Kebun serta Kolam Binaan

Lapas Kelas IIB Piru memetik 52 buah pepaya California dan 15 ikat kangkung dari kebun kemandirian pada Kamis, 22 Oktober. Pada pekan yang sama, sejumlah lapas dan rutan di daerah lain turut memanen sayuran atau menebar benih ikan sebagai bagian dari program ketahanan pangan pemasyarakatan.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 3 menit baca
Pasar Pontianak yang ramai dengan penjual lokal dan berbagai barang.
Ilustrasi · Foto: Rizky Rianto / Pexels

DENPASAR, KULKUL — Kebun kemandirian di Lapas Kelas IIB Piru menghasilkan 52 buah pepaya California dan 15 ikat kangkung dalam panen yang berlangsung Kamis, 22 Oktober. Lokasi panennya adalah Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) milik lapas [1].

Hasil kebun itu dialokasikan bagi kebutuhan dapur lapas, sedangkan sisanya dipasarkan guna menopang persediaan pangan di wilayah Piru [1]. Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menyatakan lapasnya mendukung kelanjutan 15 Program Aksi Kemenimipas [1].

Pada 23 Oktober 2026, Kalapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Hani Anggraeni, bersama warga binaan memetik pakcoy dari lahan lapas [2]. Panen perdana itu mengumpulkan 30 kilogram pakcoy dengan kualitas baik [2].

Menurut pihak lapas, kegiatan tersebut termasuk pembinaan kemandirian sekaligus dukungan bagi program ketahanan pangan nasional [2]. "Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mengoptimalkan lahan yang tersedia agar menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat sekaligus mendukung pengembangan kegiatan produktif di lingkungan lapas," kata Hani Anggraeni [2].

Hani juga menyinggung sisi pembelajaran bagi warga binaan. "Melalui kegiatan ini, warga binaan juga berkesempatan mengenal proses budidaya tanaman, mulai dari perawatan hingga masa panen," kata Hani Anggraeni [2].

Di Bengkulu Selatan, Rutan Kelas IIB Manna melaksanakan panen sayuran dalam kerangka program ketahanan pangan [4]. Dari lahan budidaya di lingkungan rutan, terkumpul 80 kilogram sayuran [4]. Komoditasnya terdiri atas kangkung, caisim, sawi, terong, dan kacang panjang [4].

Berbeda dengan Piru yang menyalurkan sebagian hasil ke dapur sendiri, panen di Manna akan dijual kepada pihak ketiga [4].

Dari sisi lain, Lapas Luwuk memanen 90 bungkus selada. Seluruhnya dipasarkan ke Pasar Tradisional Simpong [3].

Bukan hanya tanaman sayur dan buah yang digarap. Di Aceh, Lapas Kelas IIB Bireuen menebar 2.000 benih ikan nila pada Kamis (22/10/2026) di SAE milik lapas [5]. Lapas itu dipimpin Didik Niryanto, dan Irwan Sukmana bertugas sebagai humasnya [5].

Penebaran benih tersebut ditujukan untuk memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan dan mendukung ketahanan pangan nasional [5].

Dengan demikian, dalam rentang 22 hingga 23 Oktober tercatat lima satuan kerja pemasyarakatan yang melakukan kegiatan budidaya, baik panen maupun penebaran benih, di lokasi yang tersebar dari Maluku hingga Aceh [1][2][3][4][5].

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Rangkaian kegiatan dalam bahan ini memperlihatkan pola yang seragam: lahan atau kolam di dalam lingkungan pemasyarakatan dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan, sementara hasilnya diarahkan ke dapur sendiri atau ke pembeli di luar. Pola itu dapat dibaca sebagai upaya menjadikan kegiatan pembinaan memiliki nilai ekonomi, meski bahan yang tersedia belum memuat nilai penjualan sehingga besarnya manfaat itu masih menjadi pertanyaan.

Pernyataan Hery Kusbandono tentang dukungan atas 15 Program Aksi Kemenimipas secara berkelanjutan [1] dan penegasan kegiatan sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional di Palangka Raya [2] serta Bireuen [5] berpotensi menunjukkan bahwa kegiatan di berbagai daerah ini bergerak dalam kerangka program yang sama. Namun, volume panen yang relatif kecil, seperti 15 ikat kangkung di Piru [1] atau 30 kilogram pakcoy di Palangka Raya [2], membuat kontribusinya bagi ketahanan pangan wilayah patut dicermati secara terukur. Keberlanjutan produksi, termasuk apakah panen perdana seperti di Palangka Raya [2] dapat berulang secara rutin, menjadi hal yang layak diamati ke depan.

Sumber

  1. Kompasiana.com, “Lapas Piru Panen Tanaman Hortikultura Hasil Kemandirian Warga Binaan” — kompasiana.com
  2. RRI.co.id, “Lapas Perempuan Palangka Raya Panen Sayur Pakcoy” — rri.co.id
  3. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, “Lapas Luwuk Panen 90 Bungkus Selada, Pasarkan ke Pasar Tradisional Simpong” — ditjenpas.go.id
  4. Disway, “Rutan Kelas IIB Manna Panen 80 Kg Sayuran, Hasil Dijual ke Pihak Ketiga” — betv.disway.id
  5. Serambinews.com, “Lapas Bireuen Tebar 2.000 Benih Ikan Nila, Perkuat Kemandirian Warga Binaan” — aceh.tribunnews.com

Topik: Lapas Piru, Lapas Luwuk

Baca juga

Lapas Piru dan Empat Satuan Kerja Lain Panen Hasil Kebun