Kulkul

Kabar Bali, dari banjar sampai bandara

Laba DEWA 2027 Diproyeksi Rp 1,64 Triliun, EBITDA Kuartal III 2026 Rp 626 Miliar

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat kenaikan EBITDA kuartal III-2026 sebesar 27,5% secara kuartalan, dan analis BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan laba bersihnya melonjak pada 2027. Kinerja itu ditopang pergerakan material di tambang Bengalon dan dimulainya proyek Sebuku sejak Agustus 2026. Perseroan juga menyiapkan penerbitan sukuk dengan target tahap awal pada Desember 2026.

Redaksi KulkulTerbit Diperbarui 3 menit baca
Pasar yang hidup di Jawa Barat dengan penduduk setempat yang menjual camilan dan barang-barang tradisional Indonesia.
Ilustrasi · Foto: Nurul Sakinah Ridwan / Pexels

DENPASAR, KULKUL — Emiten tambang batu bara PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 626 miliar pada kuartal III-2026. Angka itu naik 27,5% dibandingkan kuartal sebelumnya [4].

Margin EBITDA ikut menguat menjadi 33%, dari posisi 29,6% pada kuartal kedua [2]. Kenaikan EBITDA melampaui pertumbuhan pendapatan yang tercatat 14,4% secara kuartalan [4].

Pertumbuhan pendapatan tersebut, menurut catatan analis BRI Danareksa Sekuritas, didorong kontribusi operasional armada di Bengalon serta cuaca yang bersahabat [2]. Analis Erindra Krisnawan menilai kinerja operasional DEWA berada di jalur yang tepat berkat strategi internalisasi armada [2].

Untuk periode Januari hingga September 2026, EBITDA DEWA terkumpul Rp 1,56 triliun. Jumlah itu 30,7% lebih tinggi daripada periode yang sama tahun lalu [1][4].

Di tambang Bengalon, seluruh pergerakan material kini dikerjakan perseroan secara mandiri [4]. "Strategi penggunaan armada alat berat milik sendiri berhasil meningkatkan profitabilitas DEWA," kata Erindra dan Taufan, analis BRI Danareksa Sekuritas [1].

Proyek Sebuku mulai beroperasi pada Agustus 2026 dan, menurut laporan, berjalan sesuai jadwal [2]. Untuk sepanjang 2026, target volume pemindahan material di lokasi ini ditetapkan 8 juta hingga 10 juta bank cubic meter (bcm) [4].

Manajemen mematok volume pengupasan lapisan penutup Sebuku pada kisaran 30 juta hingga 35 juta bcm untuk 2027 [1][4].

Laba bersih diperkirakan melesat 142,6% menjadi Rp 1,64 triliun pada 2027, sedangkan estimasi 2026 berada di angka Rp 676 miliar [1].

EBITDA 2027 diproyeksikan menembus Rp 4,04 triliun, atau 86,4% di atas estimasi 2026 sebesar Rp 2,17 triliun [1].

Proyeksi di atas merupakan skenario dasar. Pada skenario optimistis, kontrak baru yang berhasil dimenangkan akan mendongkrak pendapatan 2027 sebesar 25,6%, EBITDA 32,8%, dan laba bersih yang disesuaikan 54,5% dari skenario dasar [1].

Tambahan proyek dalam skenario itu diperkirakan menyumbang pergerakan material hingga 61,4 juta bcm per tahun [2][4].

Untuk membiayai ekspansi anorganik, perseroan menyiapkan penerbitan Sukuk Wakalah dengan batas nilai Rp 3,5 triliun [2]. Tahap awal senilai Rp 1,5 triliun dijadwalkan terbit pada Desember 2026 [2].

Nilai tahap awal itu setara sekitar 46% dari proyeksi belanja modal DEWA pada 2027 [2]. "Hasil penerbitan diharapkan dapat mendukung kebutuhan belanja modal dan modal kerja, memberikan tambahan fleksibilitas pendanaan untuk mobilisasi proyek dan potensi memenangkan tender," kata Erindra [2].

Sejumlah media melaporkan DEWA tengah memacu ekspansi tambang sambil memproyeksikan kenaikan laba [3].

Analisis redaksi

Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.

Rangkaian angka kuartal III-2026 memperlihatkan bahwa kenaikan EBITDA sebesar 27,5% berjalan lebih cepat daripada pertumbuhan pendapatan 14,4%, sehingga margin naik dari 29,6% ke 33% [4]. Kondisi ini dapat dibaca sebagai tanda efisiensi, dan analis mengaitkannya dengan penggunaan armada milik sendiri [1]. Meski begitu, faktor cuaca yang disebut turut membantu pendapatan [2] menjadi pertanyaan tersendiri: seberapa besar margin itu bertahan bila kondisi lapangan berubah.

Proyeksi lonjakan laba 2027 bertumpu pada volume Sebuku dan, dalam skenario optimistis, kontrak baru [1][2]. Karena kontrak tambahan itu belum terealisasi, angka Rp 1,64 triliun patut dicermati sebagai estimasi analis, bukan hasil yang sudah dibukukan. Rencana sukuk yang tahap awalnya setara sekitar 46% dari proyeksi belanja modal 2027 [2] berpotensi menjadi penentu apakah mobilisasi proyek dan ikut serta dalam tender dapat berjalan sesuai rencana. Perkembangan pada Desember 2026 dan hasil tender mendatang layak dipantau investor.

Sumber

  1. investor.id, “Emiten Grup Bakrie Bakal Untung Besar, Saham Bisa Melonjak Hampir 100%” — investor.id
  2. kontan.co.id, “Kontrak Baru dan Sukuk Jadi Katalis Positif Darma Henwa (DEWA), Cek Rekomendasinya” — investasi.kontan.co.id
  3. شبكة تواصل الإخبارية, “DEWA Pacu Ekspansi Tambang dan Proyeksikan Laba Naik” — twaslnews1.twaslnews.com
  4. Demokratis.co.id, “Darma Henwa Tingkatkan EBITDA 27,5 Persen pada Kuartal III 2026” — demokratis.co.id

Topik: Darma Henwa, DEWA

Baca juga

Laba DEWA 2027 Diproyeksi Rp 1,64 Triliun, EBITDA Kuartal