Kesiapan Pasokan Pertalite 48 Juta Liter dan Mekanisme Distribusi di Bali
Sebanyak 20 juta liter bahan bakar telah tiba melalui jalur laut, sementara distribusi diperkuat oleh layanan jerigen dan operasional SPBU 24 jam di Denpasar serta Badung. Langkah ini dinilai berpotensi menjaga stabilitas pasokan dan mengurangi antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum.

DENPASAR, KULKUL —
Sebanyak 20 juta liter bahan bakar telah tiba melalui jalur laut, sementara distribusi diperkuat oleh layanan jerigen dan operasional SPBU 24 jam di Denpasar serta Badung [2]. Langkah ini dinilai berpotensi menjaga stabilitas pasokan dan mengurangi antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum [3].
Koordinasi dengan Kodam IX/ Udayana dilakukan untuk mendukung kebutuhan personel operasional dan menyiapkan pengemudi cadangan dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja [1].
"Sebanyak 48 juta liter Pertalite sudah tiba di Provinsi Bali dan itu setara dengan kebutuhan Pertalite Bali untuk 14 sampai 15 hari ke depan," kata Ahad Rahedi [3]. "Kalau tidak untuk digunakan langsung untuk kepentingan pribadi, kemudian disalahgunakan dan diperjualbelikan kembali, tentunya penambahan berapa pun jumlah suplai pasti akan kurang," kata Ahad Rahedi [3].
Lokasi dan kapasitas layanan terus kami evaluasi agar dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan, kata Ahad [2]. Perbaikan kondisi antrean menjadi perkembangan positif bagi kami, kata Ahad [2]. Jumlah stok ini mampu memenuhi kebutuhan selama 14 sampai 15 hari kedepan. Penambahan stok terus dilaksanakan mengikuti kebutuhan, sehingga stok BBM dalam kondisi terjaga, kata Ahad Rahedi [1].
Analisis redaksi
Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.
Kesiapan pasokan Pertalite sebesar 48 juta liter di Bali, yang setara dengan kebutuhan 14 hingga 15 hari ke depan, menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal selama periode kebijakan ganjil-genap [1]. Dengan konsumsi normal sekitar 2,2 juta liter per hari, penambahan stok sebesar 800.000 liter per hari pada 13-15 Oktober 2026 menunjukkan upaya preventif untuk mengantisipasi lonjakan permintaan [3]. Potensi kelangkaan atau antrean panjang dapat diminimalisir jika distribusi berjalan lancar, namun tantangan tetap ada terkait pengawasan penggunaan jerigen dan potensi penyalahgunaan [3].
Keterlibatan TNI Kodam IX/udayana dalam operasional malam hari juga menjadi faktor pendukung yang patut dicermati dalam konteks keamanan dan ketertiban umum . Namun, efektivitas kebijakan ganjil-genap dalam mengurangi kemacetan di SPBU masih menjadi pertanyaan, mengingat antrean yang belum terurai pada masa persiapan [3].
Sumber
- detikBali, “Pertamina Targetkan Stok Pertalite Bali 48 Juta Liter, Cukup untuk 15 Hari” — detik.com
- ANTARA Bali, “Pertamina salurkan 5.000 liter pertalite gunakan jeriken di Denpasar” — bali.antaranews.com
- NusaBali, “Pasokan Pertalite ke Bali Capai 48 Juta Liter, Antrean SPBU Belum Terurai” — nusabali.com
Baca juga
Ekonomi Bali
Bali Terapkan Ganjil-Genap BBM Subsidi, 66 SPBU Buka 24 JamEkonomi Bali
Bahlil Minta Polri Tindak Penimbun BBM, Stok Nasional Aman 16-18 HariEkonomi Bali
Jadwal dan Mekanisme Pendaftaran Uji Kompetensi Perpajakan 2026 Periode 1–8Ekonomi Bali
Potensi Grafit Alam Indonesia sebagai Penyimpan Energi Kendaraan Listrik