Kapolda Jateng Jamin Keamanan Dunia Usaha, Investasi Triwulan III 2026 Rp72,54 Triliun
Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan menjamin keamanan dunia usaha saat berbicara di Forum Investasi Jawa Tengah. Hingga triwulan III 2026, realisasi investasi di provinsi itu tercatat Rp72,54 triliun dengan serapan 340.334 tenaga kerja, sementara Gubernur Ahmad Luthfi membidik Rp110 triliun hingga akhir tahun.

Jaminan itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Forum Investasi Jawa Tengah [1].
Roy berharap investor dalam negeri maupun luar negeri dapat menanamkan modal untuk kepentingan Jawa Tengah. "Harapannya adalah para investor baik dalam negeri maupun di luar negeri itu bisa menginvestasikan apapun kegiatan itu kepentingan daripada Jawa Tengah," kata Roy [1].
Polda Jateng merumuskan tiga pedoman dalam mengawal investasi. Isinya: menindak tegas tindak pidana yang meresahkan, menempuh pendekatan humanis terhadap kaum rentan, serta memberi respons cepat atas laporan [10].
Di sisi pertanahan, kepolisian daerah berencana menggandeng Kementerian ATR/BPN dalam pengurusan lahan. Pendampingan juga akan dilakukan pada setiap satu kegiatan usaha [1]. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto turut menitipkan pesan agar peredaran narkoba di lingkungan pekerja dan usaha diantisipasi [1].
Dukungan pengamanan juga datang dari unsur TNI. Forum Investasi Jawa Tengah itu diinisiasi detik.com [5].
Pemprov Jateng mencatat investasi hingga triwulan III 2026 sebesar Rp72,54 triliun, hasil dari 82.420 proyek [9]. Dari angka itu, 340.334 orang terserap sebagai tenaga kerja [11].
Komposisinya terdiri atas penanaman modal dalam negeri Rp31,77 triliun dan penanaman modal asing Rp40,77 triliun [3].
Pencapaian tersebut berada di atas realisasi tahun lalu pada periode setara jika dibandingkan data semester. Investasi pada triwulan I 2026 tercatat Rp23 triliun dan pada akhir semester I mencapai Rp59,94 triliun [2]. Rinciannya, triwulan I menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja dengan nilai Rp23,02 triliun [10].
Sepanjang 2025, realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp88,50 triliun. Angka itu naik 28 persen dari 2024 dan menyerap sekitar 326 ribu tenaga kerja [10].
Gubernur Ahmad Luthfi optimistis target Rp110 triliun dapat dicapai pada akhir 2026. "Kita optimis, sebentar lagi ada perusahaan dari Vietnam akan masuk. Kita optimis bahwa 2026 nanti bisa menyamai capaian tahun lalu, yaitu Rp110 triliun," kata Gubernur [2].
Luthfi juga menyebut forum Central Java Investment Business Forum dapat menghasilkan investasi hingga Rp19 triliun dalam sehari [8]. Provinsi ini memiliki sekitar tujuh kawasan industri eksisting, dengan sekitar 12 kawasan baru yang sedang disiapkan [8]. Pertumbuhan ekonominya disebut mencapai 5,80 persen, di atas rata-rata nasional [8].
Gubernur mengajak para bupati dan wali kota menjadi mitra promosi untuk menarik investor ke kawasan industri. "Kami bersama para bupati dan walikota siap menjadi marketing untuk menarik investor ke Jawa Tengah dengan memberi kepastian hukum dan rasa aman," kata Ahmad Luthfi [5].
Bupati Batang M. Ia juga berharap pelaku UMKM terdampak langsung. "Yang tidak kalah pentingnya, kami juga mengupayakan agar pelaku UMKM pun terdampak secara langsung dengan keberadaan KEK Industropolis melalui perusahaan-perusahaannya," kata M Faiz Kurniawan [5].
Dalam Seminar Semarang Business Forum ke-19 pada Rabu (21/10/2026) di The Suri Ballroom, Queen City Mall, Pemerintah Kota Semarang membuka 19 peluang pengembangan aset daerah dan BUMD bagi calon investor. Delapan di antaranya peluang utama dan 11 lainnya masih tahap eksplorasi awal [4].
Beberapa proyek disebutkan dengan indikasi nilai masing-masing. Urban Consolidation Center Terboyo di Genuk berkisar Rp60 miliar hingga Rp70 miliar, sedangkan cold storage Bangetayu membutuhkan Rp52 miliar [4]. Pusat data Tambak Aji berkapasitas server awal 600 KW memerlukan sekitar Rp121 miliar, dan ruang komersial di area Plaza Simpang Lima diproyeksikan Rp207 miliar hingga Rp254 miliar [4].
Dari sisi perbankan, Bank Jateng menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan investor [7].
Kerja sama yang dibuka mencakup pengelolaan dana perusahaan, layanan penggajian karyawan, cash management, transaksi valuta asing, serta pembiayaan investasi dan modal kerja [7]. Bank itu juga menandatangani Letter of Intent dengan PT Wadou Creative Art Indonesia [6].
Pemimpin Redaksi detikcom Ardhi Suryadhi menilai provinsi ini punya modal besar, antara lain karena gubernurnya aktif mendorong investasi [3].
Analisis redaksi
Tafsir Redaksi Kulkul atas fakta di atas, bukan bagian dari laporan.
Rangkaian fakta di bahan memperlihatkan bahwa jaminan keamanan diposisikan sebagai bagian dari paket penarik investasi, sejajar dengan kepastian hukum yang disebut Gubernur [5] dan rencana pendampingan lahan bersama Kementerian ATR/BPN [1]. Tiga pedoman Polda Jateng [10] berpotensi dibaca investor sebagai sinyal bahwa gangguan keamanan di tingkat tapak akan ditangani cepat. Bagaimana pedoman itu dijalankan di lapangan masih menjadi pertanyaan, sebab bahan tidak memuat ukuran pelaksanaannya.
Konteks angkanya juga patut dicermati. Realisasi Rp72,54 triliun hingga triwulan III [11] masih berada di bawah Rp88,50 triliun capaian 2025 [10], sehingga target Rp110 triliun [8] bergantung pada percepatan investasi di sisa tahun, termasuk masuknya 57 perusahaan Vietnam padat karya [9]. Dalam kerangka itu, penekanan pada rasa aman dapat dimaknai sebagai upaya menjaga kepercayaan pelaku usaha selama periode penentu tersebut.
Sumber
- detikcom, “Kapolda Irjen Roy Jamin Keamanan Investasi di Wilayah Jawa Tengah” — detik.com
- Humas Provinsi Jawa Tengah, “Buka Berbagai Peluang, Gubernur Optimis Investasi Jateng Tembus Rp110 triliun pada Akhir 2026” — humas.jatengprov.go.id
- Halo Semarang, “Investasi Jateng Tembus Rp 72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan detikJateng-Jogja Award 2026” — halosemarang.id
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, “SEMBIZ 2026: Pentingnya Investasi untuk Kesejahteraan Masyarakat” — dprd.jatengprov.go.id
- Pemerintah Kabupaten Batang, “Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi” — berita.batangkab.go.id
- ANTARA News Jateng, “Bank Jateng siap jadi mitra strategis investor, dorong pengembangan usaha di Semarang” — jateng.antaranews.com
- ANTARA News Yogyakarta, “Bank Jateng siap jadi mitra strategis investor di Semarang” — jogja.antaranews.com
- Kumparan.com, “Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp110 triliun pada Akhir 2026” — kumparan.com
- ANTARA News, “Pemprov Jateng sebut investasi serap 340.334 tenaga kerja” — m.antaranews.com
- detikcom, “3 Pedoman Polda Jateng Kawal Kemajuan Investasi di Jawa Tengah” — detik.com
- PPID Jateng, “Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Serap 340.334 Tenaga Kerja” — ppid.jatengprov.go.id
Topik: Jawa Tengah, Bank Jateng
Baca juga
Ekonomi Bali
Harga Emas Antam Turun Rp 10.000 ke Rp 2,54 Juta, Buyback Susut Rp 30.000Ekonomi Bali
CIMB Group Bantah Rencana Privatisasi CIMB Niaga, OJK: Belum Ada Pembahasan DelistingEkonomi Bali
Saham AI Merosot, Dana Bergeser ke Treasury AS dan Sektor Defensif; Dampak ke Biaya Wisata Bali Belum TerukurEkonomi Bali
OJK Jatuhkan Denda Rp2,23 Triliun ke 166 Pihak, Kasus DSSA, BREN, dan CUAN Terbesar